Pemkab Tuban Gratiskan Angkutan Umum untuk Pelajar dan Wisata

Reporter:  Muhammad Nurkholis

blokTuban.com - Sebagai progam Optimalisasi Angkutan Umum, puluhan angkutan umum di Kabupaten Tuban digratiskan untuk pelajar dan kebutuhan wisata.

Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban Imam Isdarmawan mengatakana program ini akan digratiskan kepada  pelajar, disabilitas dan wisata. Program ini sudah direncanakan mulai tahun 2020 tetapi tertunda karena adanya covid-19.

“Program angkutan gratis ini sebenarnya sudah diprogramkan sejak 2020 berhubung ada covid jadi mundur,” ucap Imam kepada blokTuban.com, Selasa (1/11/2022).

Baca juga: Proyek Angkutan Pelajar di Tuban Senilai RP499 Juta Bakal Beroperasi Bulan ini

Angkutan Umum gatis sudah beroperasi sejak 20 Oktober 2022 kemarin. Terdapat 41 armada angkutan umum yang diterjunkan. Kendaraan yang digunakan untuk pelayanan menggunakan angkutan umum (perkotaan dan pedesaan) yang ada di Kabupaten Tuban.

Penggunaan angkutan umum, kata Imam untuk program ini dengan tujuan untuk membantu menghidupkan kembali ekonomi angkutan umum. Salah satu upaya membantu meringankan beban pengguna angkutan umum, khususnya pelajar, disabilitas serta pelaku usaha angkutan umum terkait adanya kenaikan harga BBM.

"Angkutan gratis ini Melayani 14 rute yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Tuban, dengan rute untuk menyambungkan antar kecamatan yang ada di Tuban," tutur Imam.

Untuk wilayah yang sudah terakomodir angkutan gratis ini seperti Tuban, Jenu, Merakurak, Plumpang, Widang, Palang, Grabagan, Rengel, Tambakboyo, Jatirogo, Bancar, Bangilan, Soko, Semanding.

Sedangkan operasional pelayanan angkutan pelajar, disabilitas gratis Senin – Jumat pagi pada pukul 06.00-08.00 wib, siang pukul 12.00-15.00 wib. Untuk wisata gratis dati Pantai Boom ke Sendang Asmoro atau Pantai Kelapa setiap hari Minggu mulai start pukul 08.00 wib. 

Baca juga: Ketua Organda Tuban Dukung Program Angkutan Pelajar Menggandeng MPU

"Program angkutan gratis ini di anggarankan sekitar 450 Juta, untuk alokasi Oktober 2022 sampai dengan Desember 2022," tandasnya.

Agar angkutan umum ini tidak disalah gunakan Imam menambahkan, saat ini pihaknya menyediakan absensi manual yang dibawa driver. Sekaligus driver mendokumentasi setiap kali angkut berupa foto untuk dilaporkan ke dinas terkait. 

"Selain itu  kami sediakan barcode yang nantinya akan diisi sama  pelajar melalui hpnya masing-masing, sekaligus sebagai bahan data dukung kami evaluasi ke depannya," kata Imam.

Adanya program ini, Imam mengatakan Pemkab Tuban berharap kedepannya akan semakin berkembang dan lebih banyak pengguna jasa yang terangkut atau terlayani dan bisa menyebar di 20 kecamatan di  Kabupaten Tuban. [Nur/Dwi]

 

Temukan konten Berita Tuban menarik lainnya di GOOGLE NEWS