17:00 . Hibah Keagamaan Tuban 2022 Totalnya Rp4,75 Milyar, Insentif Ribuan Guru TPQ Telah Ditransfer   |   16:00 . KPU Jatim: Regulasi, Teknologi dan Kepemiluan Harus Dikuasai Seluruh Devisi KPU   |   15:00 . Makam Sakral di Desa Pakis Tuban Konon Mertua Ronggolawe   |   14:00 . Pemotor Tewas di Jalan Pantura Tuban Usai Menabrak Truk Parkir   |   13:00 . Persatu Tuban Diperkuat 13 Pemain Lokal, Pelatih Medy : Masih Kurang 12 Pemain Lagi   |   12:00 . Ini Rute Menuju Bukit Lei Tuban, Lokasi Liga Paralayang Jatim Seri 2   |   10:00 . Gubernur Khofifah dan Bupati Lindra Apresiasi Pasar Murah Ika Unair Tuban   |   09:00 . Harga Cabai dan Bawang Merah Tuban Anjlok, Sayur Mayur Merangkak Naik   |   08:00 . Sinopsis dan Deretan Artis di Film Horor Jailangkung Sandekala   |   07:00 . Ikuti Laga Persahabatan Trofeo Tuban, Cara TPPI FC Jaga Kebugaran Karyawan   |   06:00 . Prediksi Cuaca Tuban 26 September 2022: Sebagian Berawan   |   05:00 . Pengunjung Main Sepuasanya dengan Ikan Mas di Wisata Pelang Tuban   |   16:00 . Kondisi Akses Jalan di Desa Patihan Tuban Dikeluhkan Warga   |   15:00 . Kalpataru, Peninggalan Sunan Bonang Tuban Mengandung Pesan Kedamaian   |   14:00 . Enam Museum Indonesia Pamerkan Benda Bersejarah di Tuban   |  
Tue, 27 September 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Aspend Tuban Tampung Puluhan Anak Putus Sekolah Sejak 2013

bloktuban.com | Wednesday, 21 September 2022 05:00

Aspend Tuban Tampung Puluhan Anak Putus Sekolah Sejak 2013 Anak-anak di Tuban berkesempatan belajar bersama Aspend Indonesia. (Foto:Sav/blokTuban.com)

Reporter : Savira Wahda Sofyana

blokTuban.comAsosiasi Sukarelawan Peduli Pendidikan (Aspend) merupakan sebuah organiasi sosial, yang menaungi para anak-anak yatim dan dhuafa di Kabupaten Tuban. Yayasan ini sendiri merupakan wadah atau tempat untuk anak-anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi. 

Organisasi yang berdiri sejak tahun 2013 silam ini, bertempat di Dusun Jeruk Gulung, Desa Sambongrejo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Rabu (21/9/2022). 

Founder Aspend Tuban, Indra Siswanto mengungkapkan jika organisasi ini berdiri dari keprihatinannya terhadap anak-anak desa yang memiliki pengalaman dan pendidikan yang terbilang rendah.

Menurutnya, sejak berdiri kurang lebih 9 tahun lalu, sudah ada sekitar 60 anak aktif yang dibina di bawah naungan Rumah Yatim dan Dhuafa dengan memiliki 3 istilah untuk anak-anak yang ada. 

Diantaranya ialah Santri Binaan, yaitu anak-anak yatim dan dhuafa disantuni rutin setiap kali ada kegiatan dan memiliki tingkat keurgensian 50%. Lalu, santri non mukim, yaitu anak yatim dhuafa yang dijatah rutin kebutuhan pokok dan kebutuhan sekolahnya dan memiliki tingkat keurgensian sekitar 75%.

Baca juga :

- 66.655 Anak di Tuban Telah Diimunisasi vaksin Measles Rubella

Catatan Para Juara Lomba Navigasi Darat di Tuban Forest Adventure 2022

Ini Gejala Hepatitis Akut yang Menyebar di 22 Provinsi

Terakhir istilah santri mukim, yang mana anak yatim dan dhuafa tinggal di asrama rumah yatim dan dhuafa Aspend Indonesia dengan ditanggung semua kebutuhannya dan memiliki tingkat keurgensian 100%. 

“Jadi secara umum kegiatan kami fokus pada pembinaan terhadap para anak yatim dan dhuafa, yang telah putus sekolah untuk kami bina bersama. Dengan maksud agar tetap bisa bersekolah dengan harapan sukses untuk dunia akhiratnya,” ungkapnya.

Pada awal-awal berdiri, organisasi tersebut memiliki kegiatan yang bernama ASPEND mengajar, yang bergerak keliling kedesa-desa setiap hari minggu pagi, tanpa dipungut biaya. 

Selain itu, Indra sapaan akrabnya juga menambahkan bahwa di sepanjang perjalannya bertemu dengan anak-anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi. Sejak saat itulah dia bergerak dan mendirikan rumah yatim dan dhuafa Aspend Indonesia sebagai wadah atau tempat untuk membina anak-anak yatim dan dhuafa, agar bisa dibina bersama dan disekolahkan lagi dengan biaya gratis sepenuhnya. 

“Kami juga memberikan les Gratis untuk anak-anak di desa mulai dari Komputer, B.Inggris, MTK, dan lain-lain," paparnya. 

Lebih lanjut, sebelum pandemi yayasan ini berfokus dengan melakukan aksi keliling ke desa-desa, untuk berbagi dengan anak-anak di desa. Namun selama pandemi ini, Indra dan beberapa rekannya berhasil mendirikan rumah khusus anak yatim dan duafa dan sudah berjalan hingga saat ini. Dengan tujuan untuk mempermudah seluruh aktivitas-aktivitas yang digawanginya.

Dengan demikian, pria ramah ini berharap agar ia bisa terus fokus, untuk mencerdaskan anak bangsa dengan misi yang dimilikinya. Selain itu, ia juga ingin melakukan perluasan serta penambahan kamar Untuk para santri mukim di rumah yatim tersebut. 

”Harapan Kami bisa semakin banyak anak-anak yatim dan dhuafa yang dibina bersama di rumah yatim dan dhuafa Aspend Indonesia,” tutupnya. [Sav/Ali]

 

Temukan konten Berita Tuban menarik lainnya di GOOGLE NEWS 

Tag : Aspend Tuban, Ana Putus Sekolah, Blok Tuban, Tuban Hari Ini, Berita Tuban, Kabupaten Tuban



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 20 September 2022 05:00

    Opini

    Menata (Serius) Kompetisi Olahraga ?

    Menata (Serius) Kompetisi Olahraga ? Ada celetukan yang sering muncul di antara teman-teman pelatih olahraga begini, latihan terus menerus tanpa bertanding itu sama artinya dengan merasa hebat tapi tidak teruji dan terbukti. Latihan terus tanpa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat