Bengawan Solo Siaga Kuning, BPBD Larang Warga Aktifitas di Sungai

 

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com – Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro saat ini berstatus Siaga Kuning. Sedangkan situasi di Bendungan Gerak (BG) Babat sudah siaga merah berdasarkan pantauan pukul 08.00 Wib, Minggu (21/11/2021).

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban meminta masyarakat yang berada di tepi Sungai Bengawan Solo meningkatkan kewaspadaannya.

“Masyarakat sudah kami imbau untuk berhati-hati dan waspada. Sekaligus tidak melaksanakan aktifitas di Sungai Bengawan Solo sementara waktu,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tuban, Yudi Irwanto kepada reporter blokTuban.com.

Mantan Kabag Umum Pemkab Tuban itu, telah berkoordinasi dengan para Camat mulai Widang, Plumpang, Rengel, dan Soko. Salah satu pesannya untuk mengajak masyarakat tetap waspada, seiring peningkatan curah hujan di bulan November 2021 ini.

Selain warga yang bermukim di tepi sungai terpanjang di Pulau Jawa, BPBD juga menjalin komunikasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban soal transportasi air di Bengawan Solo.

“Untuk perahu penyeberangan wewenangnya ada di Dishub,” imbuh mantan Camat Palang itu.

Sesuai dengan papan duga yang ada di Taman Bengawan Solo (TBS) menunjukkan TMA di titik Bojonegoro setinggi 13.29 meter (Siaga Kuning), karena lebih dari ambang batas Siaga Kuning 13.06 meter.

Sedangkan di BG Babat TMA setinggi 7.08 meter atau lebih dari ambang batas Siaga Merah 6.72 meter. Titik Laren juga terpantau Siaga Kuning dengan tinggi 5.43 meter dan BG Sembayat juga Siaga Kuning dengan tinggi 2.22 meter melebihi ambang batas 2.00 meter. [ali/col]