15:00 . Bupati Blora Ziarah ke Makam Tjitrosoman Tuban   |   14:00 . TNI AD dan PMI Tuban Terus Kolaborasi Penuhi Pasokan Darah Saat Pandemi   |   12:00 . Jelang Nataru, Harga Cabai Rawit di Tuban Naik Menjadi Rp65 Ribu per Kilogram   |   11:00 . Wacana Difabel Tuban, Terima PKH, Ruang Kreasi, dan Diantar Jemput ke Sekolah   |   10:00 . Bupati Tuban Halindra akan Buat Cekungan di Bekas Galian Tambang   |   09:00 . Kepergok Curi Karet Bekas Belt Conveyor Milik PT. SBI, Dua Warga Sekitar Perusahaan Ditangkap   |   08:00 . Pelajar Tuban Peduli Korban Semeru, Mulai Salat Gaib hingga Galang Dana   |   07:00 . Cara Atasi Lemas dan Ngantuk Habis Sarapan Menurut Ahli Gizi   |   20:00 . Wamendag: Revitalisasi Pasar Rakyat Perkuat Pemulihan Ekonomi Nasional   |   19:00 . Merantau di Tuban, Residivis Asal Jepara Ini Nekat Gondol Motor Temannya   |   18:00 . Peduli Korban Semeru, Pelajar Tuban Salat Gaib dan Galang Dana   |   15:00 . Overkapasitas, Lagi-lagi Lapas Tuban Terima Pindahan 20 Napi Narkoba   |   14:00 . Suhada Erwin Resmi Jabat Dandim 0811 Tuban   |   13:00 . 7 Kali Dipenjara, Warga Merakurak Lagi-lagi Gasak Handphone Tetangga   |   12:00 . Lepas Sambut Dandim 0811 Tuban, Bupati Halindra Ungkap Kenangan Manis Bersama Viliala Romadhon   |  
Thu, 09 December 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Gelapkan Pajak Proyek Sejak 2016, Bendahara Desa Bunut Widang Jadi Tersangka

bloktuban.com | Friday, 12 November 2021 12:00

Gelapkan Pajak Proyek Sejak 2016, Bendahara Desa Bunut Widang Jadi Tersangka KEMBANGKAN KASUS : kasi Intelejen Kejari Tuban Terus Kembangkan Kasus Bendahara Desa Bunut, Widang. (foto:ali)

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com – Bendahara Desa Bunut) Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban berinisial NAI (32 ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban. Dia terbukti merugikan negara sebesar Rp180 juta hasil dari pajak proyek desa sejak tahun 2016 sampai 2019.

Tersangka telah ditahan di Lapas Kelas II B Tuban per hari Rabu (10/11/2021) selama 20 hari. Pihak Kejari saat ini terus melakukan pemberkasan dan nantinya dilakukan tahap dua. Karena sudah ditetapkan P21 oleh Jaksa Penuntut Umum, maka kewajiban dari peyidik melimpahkan tersangka dan barang buktinya dan penanangan perkara bisa segera disidangkan ke Pengadilan Tipikor.

“Penghitungan Inspektorat kerugiannya kurang lebih Rp180 juta terkait dengan pemotongan pajak. Status tersangka di desa sebagai bendahara yang mengelola keuangan desa, dan ada modus korupsi dengan pemotongan pekerjaan di awal,” tutur Kasi Intelejen Kejari Tuban, Windhu Sugiarto kepada blokTuban.com di ruang kerjanya, Jumat (12/11/2021).

Windu menambahkan, Kejari juga telah memberikan penasehat hukum. Sebelum dititipkan di Lapas Kelas II B Tuban tersangka diperiksa kesehatannya dan swab. Karena masih masa pandemi, penyidik berhati-hati jangan sampai ketika positif dan di masukkan ke lembaga dikhawatirkan menularkan ke yang lain.

Setelah dirunut, pemotongan pajak proyek dilakukan tersangka sejak 2016 saat masih menjadi pembantu bendahara. Setelah bendahara desa waktu itu sakit, maka NAI dilantik menjadi Kaur Keuangan Desa Bunut di tahun 2017. Kisaran 2016-2019 itulah penggelapan pajak proyek berlangsung dan merugikan negara.

Di fakta persidangan nantinya, Kejari akan membuka soal penggunaan uang yang digelapkan tersangka. Saat ini belum berani menyampaikan lebih jauh apakah dinikmati sendiri atau mengalir ke lainnya. Intinya tugas seorang bendahara adalah memungut dan membayarkan, dan kenyataannya tersangka hanya memungut tapi tidak membayarkan.

“Niat jahatnya sudah nampak. Awalnya memotong setelah hasil pungutan bendahara kepada TPK pekerjaan di Desa Bunut terdapat selisih. Lebih besar yang ditarik daripada yang disetorkan, dari sinilah terlihat modusnya,” imbuhnya.

Dikatakan Windhu bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka-tersangka lainnya, tetapi Kejari mengikuti perkembangannya. Setelah dinaikkan ke tingkat satu, baru terlihat tersangka yang terlibat dalam lingkaran pengelolaan keuangan Desa Bunut.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat beberapa Pasal, mulai Pasal 2 ayat 1 UU Tipikor Jo Pasal 18, Jo Pasal 64 KUHP. Kejari sengaha menjunctokan pasal 18 karena pasal tersebut mengatur pengembalian yang harus dibayar tersangka, ketika tidak dibayarkan maka tersangka akan digugat. [ali/ono]

 

Tag : hukum, bendahara, gelapkan pajak



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more