19:00 . Peringati Maulid Nabi Muhammad, TPQ Al-Ma’ruf Adakan Pawai Bersama   |   18:00 . Overkapasitas Tak Halangi Lapas Tuban Terima 20 Napi Pindahan Asal Mojokerto   |   17:00 . Industri Kilang Berpotensi Ubah Alur Tangkap Ikan Nelayan, Ini Saran Pakar   |   16:00 . Lahan Kosong Disulap Jadi Tempat Bisnis Nursery   |   15:00 . Es Puter Legendaris, Kuliner Jadul Asal Klaten   |   14:00 . Sarasehan HSN di Bongok, Begini Pesan Bupati Tuban Untuk Para Santri   |   13:00 . Bupati Tuban Apresiasi Penanaman Pohon Kopi di Kawasan Hutan Lindung Bongok Jetak   |   12:00 . Songsong HJT ke-728, Unirow Gelar Diskusi Permasalahan Pesisir Tuban   |   11:00 . Hadapi Tantangan Digital, Ansor Jatim Gembleng Kader Melalui Madrasah Cyber Jilid Dua   |   10:00 . Wajib Coba! Dimsum Mr. San Tawarkan 19 Macam Menu   |   09:00 . Ini Bedanya Tomat Jenis Corona dan Servo   |   08:00 . Begini Peran Santri dalam Pembentukan NKRI   |   07:00 . Cara Minimalisir Anak Kecanduan Gawai, Psikolog: Beri Anak Pilihan Kegiatan   |   20:00 . Punya Ikan Hias dan Sering Mati? Ini Solusinya!   |   19:00 . Menang 1-0 Saat Uji Coba Lawan Bojonegoro FC, Pelatih Bumi Wali FC Akui Puas   |  
Sun, 24 October 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Membantu Anak Untuk Bersikap Jujur

bloktuban.com | Wednesday, 06 October 2021 11:00

Membantu Anak Untuk Bersikap Jujur Mengajari Jujur (Photo by Keira Burton from Pexels)

 

Oleh : Ahmad Shofiyuddin, Dosen Fakultas Tarbiyah UNU Sunan Giri Bojonegoro

blokTuban.com - Salah satu sifat wajib yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW adalah sifat “Sidiq” yang berarti Jujur. Orang tua sebagai pendidik pertama dan utama di lingkungan keluarga penting mengajari anak tentang arti sebuah kejujuran. Berkaitan dengan sikap jujur, Penulis membuat ilustrasi singkat tentang pentingnya bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari.

Di dalam sebuah keluarga kecil terdapat pasangan suami-istri yang memiliki anak usia balita. Layaknya seorang pemimpin rumah tangga, Sang Ayah sibuk bekerja untuk menafkahi istri dan anaknya. 

Pada suatu hari, ketika sang Ayah hendak berangkat bekerja, meninggalkan anaknya di rumah untuk beberapa jam, ananda terlihat menangis, bersedih karena ingin didampingi ayahnya. 

Namun di satu sisi, sang ayah terburu-buru karena jam masuk kantor sudah hampir telat. Di sisi lain, sang ayah ingin menghibur Anak agar tidak menangis. Bagi sebagian orang tentu menganggap bahwa kondisi demikian itu wajar, namanya juga anak-anak masih kecil pasti menangis, tetapi bukan itu persoalanya. 

Singkat cerita, akhirnya sang ayah dan Ibunda mengelabuhi/ berbohong dengan ucapan “Lihatlah ke dinding sayang.... itu ada semut besar....”, kemudian sang anak reflek menengok kea rah dinding. Jadi perlu diketahui bahwa pada saat orangtua berkata atau memberi informasi tentang adanya semut besar, sungguh tidak ada satu ekor semutpun yang berjalan di dinding. 

Selanjutnya ilustrasi kasus ke dua, ketika sang anak telah tumbuh kembang menjadi seoarang remaja atau mulai memasuki usia dewasa awal. Pada suatu hari sang Ayah memberikan nasehat kepada anak agar sang anak istirahat di rumah karena  hari sudah larut malam, lalu sang ayah pun pergi ke toilet. 

Beberapa waktu kemudan, setelah sang ayah berkata dan memberi nasihat, sang anak justru pergi dari rumah, ia meninggalkan rumah ketika sang ayah pergi sebentar ke toilet. 

Pembaca yang budiman, dari ilustrasi tersebut dapat diambil hikmah, bahwa didikan di masa sebelumnya secara tidak langsung akan membekas pada diri dan memori anak, sebab anak itu (They do what they saw). 

Oleh sebab itu, didiklah anak-anak kita dengan sikap jujur, landasilah setiap aktivitas, interaksi, komunikasi, dan edukasi anak dengan bersikap jujur. Bukan sebaliknya, ketika melihat orang tua lengah dan ada kesempatan, sang anak justru memilih pergi meninggalkan rumah tanpa berpamitan kepada orangtua.  

Kondisi demikian ini mungkin ayah & bunda pernah mengalaminya, meskipun tidak setiap hari. Namun terkadang, ketika kasus demikian terjadi di kehidupan anda, mungkin anda kelabakan mengatasinya. Alangkah baiknya, anda jujur kepada anak, minta ijin kepada anak, berikan pemahaman yang baik mengapa orangtua harus pergi berangkat bekerja, ataupun urusan penting lainya. Di samping itu, yang paling penting orang tua terus mengajari nilai-nilai kejujuran kepada anak sejak dini. Hal ini sevisi dengan Firman Allah SWT Q.S. An-Nisa, ayat: 9 :

 “Dan hendaklah takut kepada Allah oang-oang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka kawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. (Q.S. An-Nisa, ayat: 9).

 

Tag : mengajari anak jujur, anak jujur



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more