20:00 . Pemuda Ini Benjol-Benjol Usai Dikeroyok Sekelompok Orang Tak Dikenal   |   19:00 . Warna Hijab Paling Banyak Diminati Remaja, Bikin Kulit Terlihat Lebih Cerah!   |   18:00 . Laris Manis, Aneka Jajanan Murmer Beromzet Ratusan Ribu per Hari   |   09:00 . Rahasia Bisnis Kue Dumbeg Bertahan hingga Tiga Generasi   |   07:00 . Studi Buktikan Lingkungan Hijau dapat Meningkatkan Kesehatan Mental Anak   |   18:00 . Penyuluh Agama Kecamatan Widang Lakukan Gibas Buluh   |   17:00 . Bermodalkan Rp200 Ribu, Pengusaha Kue Ini Beromzet Jutaan   |   13:00 . ORTN BRIN Bersama Anggota DPR RI Bantu Petani Tuban Benih Padi Varietas Inpari Sidenuk   |   12:00 . Bantu Herd Immunity, Wihadi dan Kader Gerindra Tuban Turun Gunung Gelar Vaksinasi   |   09:00 . Jago Bisnis Desain dan Ilustrasi, Pemuda Tuban Diundang ke Wakatobi Ilustrasikan Aset Budaya   |   08:00 . Perempuan Desa Klotok Ini Hasilkan Cuan dari Merajut   |   07:00 . Bermain di Masa Pandemi Jadi Kebutuhan Dasar Anak yang Harus Terpenuhi   |   21:00 . Gemar Buat Kue, Kini Fudgy Brownies Dapur Aga Hadir Di Tuban   |   20:00 . Sate Korea Mr. Baek, Santapan Nikmat Harga Bersahabat   |   18:00 . Baju Bekas Kembali Digemari Jadi Peluang Usaha di Tengah Pandemi   |  
Thu, 21 October 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tiga Daerah Jadi Pasar Tembakau Tuban

bloktuban.com | Wednesday, 08 September 2021 13:00

Tiga Daerah Jadi Pasar Tembakau Tuban

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Tanaman tembakau tumbuh subur di Kabupaten Tuban. Kelompok tani tembakau di Tuban terbanyak berada di Kecamatan Senori dan Soko serta lainnya tersebar di Kecamatan Singgahan, Semanding, Plumpang, Parengan, Kerek, dan Grabagan, Rabu (8/9/2021).

Untuk kegiatan perajangan tembakau, baik itu jenis basah atau kering tersebar di Kecamatan Kerek (638 perajang), Soko (20 perajang), dan Senori (87 perajang). Hasil rajangan tembakau dipasarkan ke wilayah Bojonegoro, Temanggung, dan Kudus.

 
Sedangkan untuk industri rokok, di Tuban ada dua, yakni PT. Warahma Biki Makmur dan PT. Merdeka Nusantara. Penyerapan tenaga kerja pada dua industri rokok tersebut mencapai 1.807 orang.

Seperti tahun sebelumnya, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah (Setda) Tuban konsisten menjalankan Kegiatan Sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai. Dimana program ini merupakan salah satu program prioritas dalam mendukung jaminan kesehatan nasional dari anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Forum sosialisasi DBHCHT dilaksanakan di 20 desa di 15 kecamatan se-Kabupaten Tuban. Pesertanya dari masing-masing desa sebanyak 30 orang. Kegiatan ini diawali dari Desa Glodok, Kecamatan Palang yang berlangsung pada 1 Agustus 2021 dan dipungkasi di Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak pada 30 September 2021 nanti.

Selaku penanggungjawab kegiatan, Aning Bekti Lestari mengatakan, Cukai Hasil Tembakau (CHT) atau cukai rokok memiliki peran penting bagi negara. Keberadaan cukai rokok dapat meningkatkan pendapatan pemerintah.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007, penerimaan negara dari cukai hasil tembakau yang dibuat di Indonesia dibagikan kepada provinsi penghasil cukai hasil tembakau sebesar dua persen. DBHCHT 30 persen dialokasikan untuk provinsi penghasil, 40 persen untuk kabupaten/kota penghasil, dan 30 persen lagi diberikan kepada kabupaten/kota lain dalam provinsi.

Adapun penerimaan DBHCHT, baik bagian provinsi maupun kabupaten/kota diprioritaskan pada bidang kesehatan untuk mendukung program jaminan kesehatan nasional, terutama peningkatan kuantitas dan kualitas layanan kesehatan serta pemulihan perekonomian di daerah.

Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 206/PMK.07/2020 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, juga disebutkan bahwa penggunaan DBHCHT, antara lain untuk mendanai program peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai, dan/atau pemberantasan barang kena cukai ilegal.

Rinciannya, pagu alokasi 50 persen diperuntukkan bagi bidang kesejahteraan masyarakat untuk pemulihan perekonomian di daerah, meliputi kegiatan peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri dan lingkungan sosial. Berikutnya, 25 persen untuk bidang penegakan hukum dengan kegiatan sosialisasi dan pemberantasan barang kena cukai ilegal.

‘’Selebihnya, untuk bidang kesehatan melalui program pembinaan lingkungan social,’’ terang Aning.

Pada tahun ini Kabupaten Tuban memperoleh DBHCHT sebesar Rp 25 miliar. Pada program pembinaan lingkungan sosial, dana tersebut dimanfaatkan untuk memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan peningkatan keterampilan kerja. Di bidang kesehatan, diperuntukan memenuhi sarana prasarana di Puskesmas dan dua RSUD yang ada di Tuban, yakni RSUD Dr. Koesma dan RSUD Ali Manshur Jatirogo.

‘’Termasuk membangun ruang isolasi di RSUD dr. R. Koesma Tuban senilai Rp 2,1 miliar,’’ paparnya. Sebelumnya, pada 2020 juga telah dibangun dua Puskesmas di Temandang dan Jatirogo menggunakan DBHCHT.

DBHCHT juga dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan kerja dengan menjalin kerjas sama dengan Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK) Kabupaten Tuban. Kegiatannya, menggelar pelatihan las listrik dari 3G ke 6G.  Sasaran peserta dari pelatihan ini, antara lain petani/buruh tani tembakau, buruh pabrik rokok, dan pekerja ter-PHK di industri hasil tembakau.

‘’Diharapkan melalui pelatihan ini bisa menghasilkan tenaga kerja yang terampil. Sehingga bisa memenuhi kebuttuhan industri yang ada di Tuban,’’ terangnya.

Kegitan ini diketuai Kepala Sub Bagian Perekonomian dan Ekonomi Mikro pada Bagian Perekonomian dan SDA Setda, Ir. Aning Bekti Lestari. Hadir sebagai narasumber, antara lain Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bojonegoro, Romy Windu Sasongko. Kemudian, Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Daryuti, Kabid Perindustrian pada Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Tuban, Handrijanto, dan perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Yeni Dyah Hartatik dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) keterbukaan dan penyebarluasan informasi.

Dalam setiap kegiatan, narasumber memaparkan banyak hal, mulai dari strategi pengawasan rokok serta cara mengenali rokok ilegal seperti rokok tanpa pita cukai, rokok dengan cukai palsu, rokok dengan pita cukai bekas, maupun rokok dengan pita cukai berbeda. Juga tentang penegakan Peraturan Daerah (Perda), Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibumtransmas) dan implementasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206/PMK.07/2020 di kabupaten Tuban. Pun dengan tahapan proses penegakan hukum, dari mulai pre-emtif, preventif, dan represif.

Selama kegiatan, sosialisasi DBHCHT dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Seluruh peserta wajib memakai dan pelindung wajah (face shield) yang disediakan panitia selama kegiatan berlangsung. [ali/sas]

Tag : tembakau, tuban, harga, kppbc



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more