20:00 . Air Laut dari Pantai Semilir, Bisa Obati Penyakit Kulit?   |   19:00 . Twin Cafe, Pilihan Tempat Nongkrong yang Asyik Bareng Teman   |   18:00 . Uniknya Battle Latte Art, Seni Menghias Kopi dalam Acara Ningrat Market Fest   |   17:00 . IKA PMII Tuban Gelar Raker, Berikut Program Prioritasnya   |   16:00 . Polsek Widang Larang Masyarakat Pasang Perangkap Tikus Listrik   |   15:00 . Ini Perbandingkan Jumlah Jabatan Kosong SOTK Lama dan Baru di Tuban   |   14:00 . Kadinkes Belum Tahu Jumlah Warga Tuban Penerima Vaksin Booster Covid-19   |   13:00 . DPRD Kecewa, Pemkab Telat Beri Data Rapor Kinerja ASN Non Job   |   12:00 . Konsisten Selama Lima Tahun, NFT Foto Selfie Ghozali Terjual Hingga Miliaran   |   10:00 . Berikut Cara Agar Tanaman Hidroponik Tumbuh Subur   |   07:00 . Hubungan Toksik dan Ciri-Cirinya   |   12:00 . Cicipi Lezatnya Olahan Becek Mentok Pedas Khas Tuban Yang Getarkan Lidah   |   11:00 . Musim Hujan Jadi Tantangan Utama Pengrajin Gerabah Tuban   |   10:00 . Tingkatkan Kapasitas SDM, IAINU Tuban Gelar Bimtek Pengelolaan Kampus   |   09:00 . Sit With Emotion, Salah Satu Cara Memanajemen Quarter Life Crisis   |  
Mon, 17 January 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Selama Pandemi Covid-19, Angka Perceraian di Tuban Menurun

bloktuban.com | Tuesday, 15 December 2020 13:00

Selama Pandemi Covid-19, Angka Perceraian di Tuban Menurun

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Tuban mencatat ada 2.409 laporan yang masuk selama pandemi Covid-19. Angka tersebut mengalami penurunan dari tahun 2019 sebanyak 2.658 perkara yang diselesaikan.

Panitera, PA Kabupaten Tuban, As'ad mengatakan, berdasarkan catatan pada bulan Januari sampai November 2020 terdapat 2.409 kasus perceraian yang masuk dengan rincian cerai gugat berjumlah 1.554 perkara, cerai talak terdapat 885 perkara yang masuk.

Sedangkan, untuk perkara yang di putus berjumlah 2.198 perkara dengan rincian, cerai gugat berjumlah 1.446 perkara dan cerai talak berjumlah 752 perkara.

"Dari tahun 2019 ke tahun 2020 terdapat penurunan sekitar 20 persen," ujar As'ad. Selasa (15/12/2020)

Ia menjelaskan, kemungkinan penurunan angka perceraian ini disebabkan, masyarakat menunda perceraian karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.

"Kemungkinan masyarakat enggan datang ke PA karena takut wabah ini," imbuhnya.

Ia menambahkan, terdapat 12 penyebab perceraian, yang paling banyak disebabkan permasalahan ekonomi berjumlah 788 perkara, perselisihan terus - menerus sebanyak 1.135 perkara dan meningkatkan salah satu pihak 288 perkara.

"Penyebab perselisihan terus - menerus yang setiap tahunnya selalu mendominasi," tandasnya.  [nid/ito]

Tag : sidang, perkara, tuban, pa, cerai



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more