17:00 . IKA PMII Tuban Gelar Raker, Berikut Program Prioritasnya   |   15:00 . Ini Perbandingkan Jumlah Jabatan Kosong SOTK Lama dan Baru di Tuban   |   14:00 . Kadinkes Belum Tahu Jumlah Warga Tuban Penerima Vaksin Booster Covid-19   |   13:00 . DPRD Kecewa, Pemkab Telat Beri Data Rapor Kinerja ASN Non Job   |   12:00 . Konsisten Selama Lima Tahun, NFT Foto Selfie Ghozali Terjual Hingga Miliaran   |   10:00 . Berikut Cara Agar Tanaman Hidroponik Tumbuh Subur   |   07:00 . Hubungan Toksik dan Ciri-Cirinya   |   12:00 . Cicipi Lezatnya Olahan Becek Mentok Pedas Khas Tuban Yang Getarkan Lidah   |   11:00 . Musim Hujan Jadi Tantangan Utama Pengrajin Gerabah Tuban   |   10:00 . Tingkatkan Kapasitas SDM, IAINU Tuban Gelar Bimtek Pengelolaan Kampus   |   09:00 . Sit With Emotion, Salah Satu Cara Memanajemen Quarter Life Crisis   |   08:00 . Terima Asimilisasi, 20 WBP Bisa Jalani Hukuman di Rumah   |   08:00 . Terima Asimilisasi, 20 WBP Bisa Jalani Hukuman di Rumah   |   07:00 . Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak, Ini 6 Tanda Pola Asuh Anda Buruk!   |   18:00 . Tahun Ini, BUMDes Compreng Rencanakan Tambah Unit Usaha   |  
Sun, 16 January 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Terdakwa Kasus Penodaan Agama Islam di Group Facebook Jalani Sidang Online

bloktuban.com | Thursday, 26 November 2020 15:00

Terdakwa Kasus Penodaan Agama Islam di Group Facebook Jalani Sidang Online

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Terdakwa perkara penistaan atau penodaan agama di salah satu Group Media Sosial (Medsos) Facebook menjalani sidang online dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi, Kamis (26/11/2020).

Terdakwa diketahui bernama AAY (23) warga Dusun Karanganyar, Desa Purworejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Dalam agenda sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua orang saksi yang terdiri dari admin group Facebook yang bersangkutan serta Kepala Desa (Kades) Purworejo.

"Hari ini terdakwa kasus penodaan agama atas nama AAY menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dan terdakwa," terang Humas PN Tuban sekaligus Ketua Majelis Hakim Sidang, Donovan Akbar Kusuma Bawono kepada blokTuban.com.

Dia menambahkan, untuk sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada Selasa mendatang. Dengan agenda adalah pembacaan tuntutan kepada terdakwa.

Informasi yang dihimpun blokTuban.com, perkara penodaan agama tersebut berawal saat terdakwa yang diduga stres dan tertekan karena ayah dan ibunya bercerai itu mengakses akun facebook pribadinya bernama AAY pada tanggal 3 September 2020 lalu.

Kemudian terdakwa memposting kalimat berupa “Tuhane Wong Islam B*b* T**k k*nt*l ng*c*ng*n” di group facebook JITU (Jaringan Informasi Tuban).

Selanjutnya postingan dari terdakwa tersebut memancing reaksi dari pemilik akun facebook lainya yang tergabung di group facebook tersebut serta ada juga yang men-Screenshot postingan dari terdakwa. Sehingga screenshot tersebut beredar di masyarakat dan menimbulkan kemarahan masyarakat karena mengandung unsur SARA.

Kemudian, salah satu warga Desa Purworejo, Ahmad Abidin yang masih tetangga dengan terdakwa yang juga merupakan anggota group facebook tersebut mengetahui postingan terdakwa dengan komentar sudah mencapai sekitar 500 komentar.

Karena merasa masih satu RT dengan terdakwa, kemudian Ahmad Abidin men-screenshot postingan terdakwa kemudian dikirim ke group Whatsapp RT setempat untuk mengklarifikasi kebenaran postingan tersebut.

Beberapa jam kemudian tetangga terdakwa yang lain Muh Safii mengetahui postingan terdakwa yang telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Sehingga admin menghapus postingan terdakwa dengan tujuan agar tidak timbul kegaduhan lebih besar.

Sementara itu dari pengakuan terdakwa, akun facebooknya sudah sekitar 2 tahun ini menjadi anggota group JITU. Adapun  tujuan terdakwa membuat postingan itu karena terdakwa merasa Tuhan tidak adil kepada terdakwa sejak kecil.

Sehingga terdakwa meluapkan isi hatinya dengan membuat postingan tersebut, dan terdakwa sebelumnya tidak memperkirakan jika postingannya itu memiliki muatan SARA sehingga dampaknya besar dan membuat kegaduhan di media sosial dan di masyarakat.

Kini terdakwa telah ditahan di Polres Tuban, atas perbuatannya itu terdakwa diancam pidana dalam Pasal 45A ayat (2) UURI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI  No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.[hud/ito]

Tag : Kasus, sara, uu it, tuban



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more