07:00 . 2 Kesalahan Pola Asuh yang Sering Dilakukan Orangtua Zaman Now   |   20:00 . Pemkab, Salurkan Bantuan untuk Korban Gunung Semeru   |   19:00 . Jadi Percontohan Vaksin di Tingkat Kabupaten, Ini Kunci Kesuksesan Glodog   |   18:00 . Mendag: Sukses Beradaptasi, Bisnis Waralaba Jadi Tuan di Negeri Sendiri   |   15:00 . Babak Pertama, Persatu Tertinggal 1-0 dari Persewangi   |   14:00 . Momen HDI, Bupati Tuban Halindra Kabarkan Perkembangan Raperda Difabel   |   13:00 . PPKM Level 3 se-Indonesia Batal, Disiplin Prokes di Pasar Tradisional Tuban Digalakkan Lagi   |   12:00 . Masyarakat Tuban Mulai Antusias dan Tak Takut Ikut Vaksin   |   10:00 . TPPI Latih Pelaku UMKM Tuban Pemasaran dan Pengelolaan Keuangan   |   09:00 . Lima Inovator SIG Pabrik Tuban Juara Pertama Award on Innvation 2021   |   08:00 . 100 Perempuan Pelaku Usaha Kuliner dan Kreatif Tuban Berdaya Selama Pandemi Covid-19   |   07:00 . Jangan Dimarahi, Ini 5 Tips Membentuk Kepribadian Anak yang Disiplin   |   21:00 . Satpol PP Peringatkan PKL yang Sengaja Tinggalkan Gerobaknya di Trotoar   |   20:00 . Selama Pandemi Data Pemilih Tuban Bertambah Menjadi 942.644 Orang   |   19:00 . Tidak Perlu Takut, TB Bisa Sembuh dengan Rutin Minum Obat Selama 6 Bulan   |  
Wed, 08 December 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Dua Alasan Ini, Terbanyak Menjadi Penyebab Perceraian

bloktuban.com | Friday, 13 December 2019 09:00

Dua Alasan Ini,  Terbanyak Menjadi Penyebab Perceraian

Reporter : Nidya Marfis

 blokTuban.com – Ada dua penyebab terbanyak alasan perceraian di Tuban. Dari 2.428 kasus yang telah diputus Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Tuban di sepanjang bulan Januari sampai November 2019, pertengkatan dan ekonomi yang terbanyak menjadi penyebab.

 Panitera muda hukum PA Tuban, Ahmad Qomarul Huda mengatakan, berdasarkan data laporan penyebab perceraian pada bulan Januari sampai November 2019 adalah; zina ada 6 kasus, mabuk ada 16 kasus dan madat ada 1 kasus. Kemudian, judi ada 4 kasus,  meninggalkan salah satu pihak ada 372 kasus.

  "Dihukum penjara ada 4 kasus, sementara KDRT ada 5 kasus," ujar Qomarul Jumat, (13/12/2019)

 Perselisihan dan pertengkaran terus menerus menjadi alasan yang terbanyak, yakni mencapai 1.071 kasus. Dan terbanyak kedua alasan ekonomi terdapat 854 kasus.  Selain itu kawin paksa ada 30 kasus dan murtad ada 6 kasus.

 Dia menambahkan, untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya bersama stakeholder  terus melakukan sosialisasi terkait  perkawinan dengan tujuan agar angka perceraian dapat menurun.

 "Salah satu programnya, sebelum menikah mereka akan mengikuti bimbingan pernikahan selama 2 hari," tandasnya. [nid/ono]

 

Tag : cerai, pa, pertengkaran, ekonomi



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more