Ini Nama Santri yang Belum Ditemukan

Reporter: Moch Sudarsono

blokTuban.com - Perahu rakit penyeberangan Bengawan Solo yang ditumpangi sekitar 25 santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Langitan, Tuban, terbalik sekitar pukul 08.00 WIB, ketika berada di Dusun Tambahan, Desa Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Sampai detik ini, ada 7 santri yang belum berhasil ditemukan dan diduga tenggelam ketika mencoba menyeberangi sungai yang juga menjadi perbatasan Kabupaten Tuban dan Kabupaten Lamongan.

Baca juga [7 Santri Tenggelam di Sungai Penyebrangan Widang-Babat]

Informasi yang dikumpulkan blokTuban.com, ketujuh santri yang belum ditemukan dan diduga tenggelam adalah Abdullah Umar (15), M Barikli Amri (12), M Lujainiddani (13), M Muhsin (16), Khabib Rizqi (15), Mabrur (19), dan Afiq Fadhil (19).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiyono, membenarkan jumlah ini. "Ada 25 santri yang ada di atas perahu penyeberangan, sebanyak 18 santri berhasil selamat dan 7 lainnya masih belum ditemukan," kata Joko.

Saat ini, para santri yang selamat masih berkumpul di Polsek Babat. Sementara petugas SAR, termasuk dari BPBD Tuban masih berusaha melakukan pencarian. [nok/rom]