Reporter: Moch. Sudarsono

blokTuban.com - Rencana kenaikan tunjangan anggota dewan masih terus dibahas oleh wakil rakyat DPRD Tuban, bersama Bupati dan juga wakil Bupati Tuban.

Dalam kenaikan tunjangan tersebut, tak tanggung-tanggung hampir seluruh fraksi menginginkan kenaikan tunjangan anggota dewan.

Untuk tunjangan komunikasi intensif, sebelumnya 5, 3 juta dan akan diusulkan naik menjadi 14, 7 juta. Tak hanya itu, wakil rakyat Tuban juga meminta Tunjangan Transportasi yang sebelumnya belum dianggarkan.

Usulan tunjangan transportasi nilainya 12 juta, usulan tersebut didasarkan keuangan kabupaten Tuban yang kategori tinggi dan tidak melebihi tunjangan transportasi DPRD provinsi.

Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, mengaku keberatan atas usulan anggota dewan tersebut. Sebab, nilai yang diusulkan ini sangat banyak sekali, pasti juga akan menyerap anggaran yang tinggi.

"Kalau semua minta anggaran dinaikkan secara maksimal, bagaimana nanti pembangunan bisa berjalan," ujarnya kepada wartawan usai Paripurna, Kamis (10/8/2017)

Pria yang kembali menjabat sebagai wakil Bupati Tuban itu juga meminta agar anggota dewan berfikir sebijak mungkin. Apalagi dengan kondisi perekonomian masyarakat Tuban yang rendah.

"Ini belum diputuskan, kita akan lihat kemampuan keuangan daerah dulu untuk menentukan sikap," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Tuban, Miyadi menyatakan, saat ini akan mengawal usulan tunjangan kenaikan anggota dewan tersebut. Agar tetap ada komunikasi yang baik dengan eksekutif.

"Anggota dewan mengusulkan angka maksimal untuk kenaikan tunjangan, namun juga harus melihat keuangan daerah, kita akan lihat dulu kemampuan keuangan daerah," jelas mantan ketua KONI Tuban.[nok/ito]