Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Adanya sistem baru, dana Program Keluarga Harapan (PKH) di Bumi Wali, sebutan kota Tuban, telat dicairkan. Padahal, seharusnya bulan ini dua tahap pencairan telah selesai.

Menanggapi situasi tersebut, kepala Bidang (Kabid) Pengembangan, Perlindungan Dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tuban tidak bisa berbuat banyak. Pihaknya menyatakan menunggu pihak penyelenggara, yakni bank BNI.

"Posisi dinas menunggu BNI. Jika sudah ada kecamatan yang klir dan siap buku rekening dan ATM pesertanya oleh BNI, pasti segera dicairkan," kata Kabid Pengembangan, Perlindungan Dan Jaminan Sosial, Rita Zahara Afrianti, saat dikonfirmasi blokTuban.com melalui saluran telepon genggamnya.

Tidak hanya itu, lanjut Rita sapaan akrabnya, melalui pendamping PKH telah memberi edukasi dan membantu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mencukupi persyaratan pembukaan rekening.

Ditegaskan wanita humanis itu, sampai saat ini pencairan mutlak menunggu kesiapan BNI, sebab buku rekening dan ATM peserta dibuat oleh BNI pusat, bukan bni cabang Tuban.

"Mekanisme pencairannya (dana PKH, red) baru, yakni berkaitan dengan pihak bank. Sehingga, terjadi keterlambatan di hampir semua Kabupaten se-Jatim bahkan kemungkinan secara Nasional," tegas Rita.

Diberitakan sebelumnya, hingga bulan Juli 2017, pencairan dana PKH tahap pertama maupun tahap kedua bagi Keluarga KPM belum bisa dicairkan. Padahal seharusnya pencairan dana PKH tahap 1 dan 2 dicairkan pada Maret dan Juni.

Berdasarkan informasi yang dihimpun blokTuban.com menyebutkan, dari 20 Kecamatan di Kabupaten Tuban, hanya Kecamatan Kota yang telah cair. Sementara 19 kecamatan lain masih menunggu. [rof/ito]