Reporter: Dhahrul Mustaqim
blokTuban.com - Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meluncurkan program UNI+CITY di kawasan pesisir Pantai Boom, Kabupaten Tuban. Kegiatan yang berada di bawah skema Pengabdian Masyarakat Berbasis Wilayah Dana ITS Tahun 2026 ini dilaksanakan melalui kerja sama strategis dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tuban, Senin (19/10/2026).
Program yang diketuai oleh Prof. Bieby Voijant Tangahu, dari Departemen Teknik Lingkungan ITS ini mengusung pendekatan lintas disiplin bersama Departemen Studi Pembangunan ITS. Sebagai langkah awal program, Tim ITS telah melakukan pengukuran sampling timbulan sampah di area pantai dan pasar pesisir.
“Kegiatan Abmas tahun ini merupakan implementasi kerjasama ITS dengan Kabupaten Tuban yang telah berlangsung lama. Tahun ini kami terlibat dalam usaha perbaikan layanan Pantai Boom, khususnya dalam meningkatkan kebersihan dengan pengelolaan sampah di area pantai,” ucap Prof. Bieby.
Hasil kajian mencatat rata-rata timbulan sampah berkisar antara 0,12 hingga 0,24 kg/m² yang didominasi fraksi anorganik seperti kemasan plastik. Data ini menjadi dasar bagi penyusunan intervensi hulu yang terukur dan tepat sasaran di Kelurahan Kutorejo dan Sendangharjo.
Sebagai wujud nyata program UNI+CITY, tim ITS merancang Pelatihan Pemilahan Sampah Kering dan Sampah Basah bagi warga serta pelaku usaha pesisir. Pelatihan ini didukung dengan pengadaan fasilitas tempat sampah terpilah di sejumlah titik strategis guna memfasilitasi kebiasaan memilah sampah rumah tangga secara konsisten.
Inisiasi pemilahan sampah kering dan basah ini diselaraskan untuk mendukung kesiapan infrastruktur Refuse-Derived Fuel (RDF) milik Pemerintah Kabupaten Tuban. Sampah anorganik (kering) dan organik (basah) yang terpilah sejak dari sumbernya akan menjaga kualitas bahan baku RDF, yaitu menekan kadar air dan meningkatkan nilai kalor, sehingga proses pengolahan energi alternatif Pemkab dapat berjalan lebih efisien.
“Hasil sampah yang telah dipilah direncanakan untuk diolah lebih lanjut dengan prinsip 3R, harapannya dengan meningkatnya kebersihan juga semakin menaikkan minat kunjungan ke Pantai Boom” Tambah Prof. Bieby.
Melalui program UNI+CITY Pengabdian Masyarakat Berbasis Wilayah ini, DRPM ITS berkomitmen membangun kesadaran kolektif dan kemandirian warga pesisir. Langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan kawasan wisata Pantai Boom yang bersih, asri, dan berkelanjutan.