Reporter: Dahrul Mustaqim
blokTuban.com – Kemampuan berbahasa menjadi salah satu bekal bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk memperluas wawasan dan membuka peluang di tingkat global. Namun, penguasaan bahasa juga perlu berjalan beriringan dengan pemahaman budaya agar siswa tetap mengenali identitasnya.
Gagasan tersebut diangkat SMKN 1 Tuban melalui Festival Bahasa dan Budaya LANGFEST 2026 yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan Bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, Jerman, dan Jawa dalam rangkaian pembelajaran di luar kelas.
Ketua Pelaksana LANGFEST 2026, Arif Setiawan, mengatakan, festival tersebut dirancang bukan sekadar untuk memperingati Bulan Bahasa, melainkan memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan keberanian, kreativitas, dan kemampuan berkomunikasi.
“Dunia tidak selalu menunggu langkah kita. Namun, dengan bahasa, kita mampu membuka pintu untuk menjangkaunya,” ungkap Arif yang juga guru Bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Tuban.
Menurutnya, kolaborasi lima bahasa dalam LANGFEST menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar melalui beragam aktivitas, mulai dari pameran karya, pertunjukan budaya, seminar, hingga kompetisi.
Kelima bahasa memiliki ruang dalam pengembangan kompetensi siswa. Bahasa Indonesia menjadi sarana mengasah kemampuan berkomunikasi dan berekspresi, sementara Bahasa Inggris, Jepang, dan Jerman memperkenalkan keterampilan komunikasi lintas bahasa dan wawasan budaya negara lain.
Di sisi lain, Bahasa Jawa turut dihadirkan melalui kegiatan seni dan budaya, termasuk karawitan dan geguritan. Pendekatan ini menjadi pengingat bahwa upaya mempersiapkan siswa menghadapi dunia global tetap dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya lokal.
Kepala SMKN 1 Tuban, Sucipto, menyampaikan, kemampuan berbahasa merupakan bekal penting untuk memperluas wawasan dan menghadapi peluang di tingkat global.
“Tak hanya mengasah kemampuan berbahasa, festival ini juga memberi ruang bagi siswa untuk mengenal budaya yang menyertainya,” ujarnya.
Pameran hingga Kompetisi Bahasa
LANGFEST 2026 berlangsung selama tiga hari dengan agenda yang disusun secara bertahap.
Hari Selasa (13/10/2026), kegiatan diisi pertunjukan kolaborasi lima bahasa, karawitan, monolog, dan geguritan. Siswa juga menampilkan kreativitas melalui stan bahasa dan budaya, seminar Bahasa Jerman dan Jepang, serta panggung ekspresi.
Rabu (14/10/2026), kegiatan berlanjut dengan kompetisi poster digital, cipta puisi, membaca geguritan, storytelling, vlog lima bahasa, dan membaca teks berbahasa Jerman. Pameran bahasa dan budaya tetap dibuka bagi pengunjung.
Sementara itu, Kamis (15/10/2026), rangkaian festival dijadwalkan berakhir dengan pengumuman pemenang, penyerahan penghargaan, apresiasi stan, dan penutupan.
Penyelenggaraan kegiatan ini melibatkan kolaborasi tim bahasa dengan bagian Humas dan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN 1 Tuban. Dokumentasi perjalanan festival juga akan dihimpun menjadi buku berjudul Satu Sekolah, Lima Bahasa, Seribu Cerita: Perjalanan Bulan Bahasa SMKN 1 Tuban 2026.
Arif berharap, pengalaman selama festival dapat mendorong siswa lebih percaya diri berbicara, terampil berkomunikasi, dan berani menghasilkan karya. Baginya, bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga jalan untuk mengenal dunia dan membangun hubungan dengan orang lain.
“Bahasa membuka jalan menuju dunia, sedangkan budaya menjaga kita agar tidak kehilangan jati diri,” tuturnya.
Melalui LANGFEST 2026, SMKN 1 Tuban membawa semangat Satu Sekolah, Lima Bahasa, Seribu Cerita. Dari lingkungan sekolah, siswa didorong untuk terus mengembangkan kompetensi, merawat identitas budaya, dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai peluang pada masa mendatang.