
Reporter : Ali Imron
blokTuban.com - Pemerintah Kabupaten Tuban mengumumkan bahwa pasar hewan di wilayahnya kembali beroperasi mulai 25 Februari 2025.
Keputusan ini ditetapkan melalui Surat Edaran Nomor 500.7.2.4/12.58/414.106/2025 yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Tuban, Budi Wiyana.
Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan ekonomi peternak dan upaya pencegahan Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS), terutama menjelang bulan Ramadan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Tuban, Eko Julianto, menjelaskan bahwa sebelum pasar hewan dibuka kembali, telah dilakukan kajian epidemiologi oleh Pejabat Otoritas Veteriner pada 21 Februari 2025.
Meski demikian, pemerintah tetap bersikap waspada dan siap meninjau ulang operasional pasar jika ditemukan peningkatan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
"Pasar hewan beroperasi dengan pengawasan ketat. Hanya ternak yang terbukti sehat dan telah divaksinasi yang diperbolehkan masuk, ditandai dengan ‘ear tag’ sebagai bukti vaksinasi," ujar Eko Julianto dalam keterangan resminya, Jumat (28/2/2025).
Sebagai langkah pencegahan, pengelola pasar diwajibkan melakukan desinfeksi lingkungan sebelum dan sesudah aktivitas perdagangan.
Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban.
Selain itu, fasilitas seperti alat semprot dan tempat cuci tangan dengan desinfektan juga harus tersedia di area pasar.
Dinas terkait akan memperketat pengawasan dengan menugaskan petugas dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap ternak yang masuk.
Petugas juga akan memberikan edukasi kepada pedagang dan peternak mengenai langkah-langkah pencegahan PMK guna meminimalkan risiko penyebaran penyakit.
Masyarakat yang terlibat dalam perdagangan ternak diimbau untuk menjaga kebersihan pasar, melakukan desinfeksi secara berkala, serta segera melaporkan ternak yang menunjukkan gejala sakit ke Puskeswan terdekat.
Dengan kebijakan ini, Pemkab Tuban berupaya menjaga keseimbangan antara aktivitas perdagangan dan langkah-langkah pencegahan penyakit hewan, sehingga roda ekonomi tetap berjalan tanpa mengabaikan faktor kesehatan ternak.
[Al/Rof]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published