Guru Menginspirasi dengan Pengimbasan Program Bhineka itu Kita di Sekolah

Reporter : Dwi Rahayu 

blokTuban.com - Sejalan dengan peluncuran Program Bhineka itu Kita (BAIK) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Pusat Penguatan Karakter bersama Bale Creative Education melaksanakan program Bersama Cintai Keragaman. 

Seorang guru inspiratif, Ikhwan Fahrudin dari UPT SDN Sidorejo 2 Tuban, telah melakukan pengimbasan program ini di sekolahnya. Guru dan siswa yang menerima manfaat sebanyak 100 orang. 

Untuk siswa kelas 1-6 sekolah dasar secara luring. Pengimbasan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keberagaman, toleransi, dan stop perundungan di kalangan siswa. 

Kegiatan ini bentuk kampanye pembentukan Fasilitator BAIK. Tercatat ada 3117 guru se-Indonesia yang terpilih setelah proses seleksi sebagai Fasilitator BAIK 3 bulan yang lalu.

Ikhwan Fahrudin, yang juga Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Tuban merupakan fasilitator di Jawa Timur, memulai inisiatif ini dengan mengadakan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh elemen sekolah. 

Dalam wawancara dengan blokTuban.com, Fahri menyatakan, "Saya sangat percaya bahwa pendidikan tidak hanya soal akademis, tetapi juga tentang membentuk karakter siswa agar menghargai perbedaan dan hidup harmonis dalam keberagaman.", katanya, Sabtu, (25/5/2024).

Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Ibu Rina dalam rangka pengimbasan Program Bhineka di sekolah antara lain:

Pengimbasan Kebhinekaan: Pak Fahri mengadakan pengimbasan dengan diikuti oleh siswa, guru, dan staf sekolah. Kegiatan ini mencakup diskusi tentang pentingnya keberagaman dan latihan interaktif untuk mengenali serta menghargai perbedaan budaya di Indonesia.

Kajian konten video penguatan karakter dan toleransi: Siswa diajak untuk membuat ringkasan inti sari dari video yang disajikan tentang menghargai kebhinekaan.

Integrasi dalam Kurikulum: Pak Fahri juga berperan aktif dalam mengintegrasikan nilai-nilai kebhinekaan ke dalam kurikulum sekolah. Mata pelajaran seperti IPAS, bahasa Indonesia, dan PPKn diberikan sentuhan yang lebih mendalam mengenai keberagaman budaya di Indonesia.

Respon positif juga datang dari para siswa. Seorang siswa kelas V, Viko, mengungkapkan, "Saya bisa memahami arti kebhinekaan dan belajar banyak tentang kebudayaan teman-teman saya. Saya jadi lebih memahami dan menghargai perbedaan di sekitar saya," katanya.

Dengan adanya program Bhineka, diharapkan Indonesia dapat terus menjaga dan merayakan kebhinekaannya, serta memupuk generasi muda yang mampu hidup harmonis dalam keberagaman. 

Kemdikbud RI berharap bahwa melalui inisiatif ini, semangat Bhineka Tunggal Ika akan semakin kuat dan menjadi fondasi bagi kemajuan bangsa. (*)