Hadapi Bisnis Pasar Modal, GP Ansor Jatim Resmi Buka Galeri Investasi Syariah BEI

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

 

blokTuban.com - Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur (Jatim), kini telah memiliki Galeri Investasi Syariah (GIS) Bursa Efek Indonesia (BEI). Kehadiran GIS BEI Asor Jatim tersebut dibuka untuk mempersiapkan kadernya menghadapi bisnis pasar modal syariah.

 

GIS BEI Ansor telah diresmikan pada Selasa (20/6/2022) kemarin. Fasilitas pembelajaran investasi tersebut dikerjasamakan dengan pihak CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, BEI, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

"Saya yakin ini akan memberi dampak bagi Ansor dan warga Nahdliyin pada umumnya," terang Gus Syafiq.

 

Mantan ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Tuban itu menambahkan, lahirnya galeri investasi di graha Ansor ini juga sebagai jawaban atas tantangan di abad kedua Nahdlatul Ulama.

 

"Pada peringatan satu abad NU beberapa Gus Yahya dalam pidatonya agar warga Nahdliyyin harus siap menghadapi tantangan abad kedua. Dan hari ini Ansor menjawabnya," tandas pria kelahiran Jombang tersebut.

 

Sementara itu, CEO PT CGS-CIMB Sekuritas, Mr Lim Kim Siah menuturkan, BEI dan OJK merupakan mitra dan guru yang pas di dunia investasi, sehingga kader Ansor mampu memanfaatkannya untuk mengembangkan perekonomian.

 

 

”Kerjasama ini untuk meberi wadah GP Ansor untuk memulai pengalamannya dalam dunia pasar modal, uamanya investasi saham syariah,” tutur Lim Kim Siah.

 

CGS-CIMB Sekuritas meyakini generasi muda adalah penggerak iklim tumbuhnya investasi dan ekonomi di Indonesia. GIS BEI Ansor Jatim ini menurut Lim, menjadi harapan bertumbuhnya bisnis pasar modal di Indonesia, khususnya pasar modal syariah sesuai syariat Islam.

 

”Harapannya, lahirnya GIS BEI Ansor Jatim dapat meningkatkan investasi di berbagai kalangan serta membudayakan investasi saham, khususnya saham syariah,” imbuhnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BEI, Iman Rachman memaparkan, pendirian GIS BEI Ansor Jatim ini bertujuan untuk mengenalkan Pasar Modal Syariah sejak dini kepada masyarakat sekitar khususnya di wilayah Jawa Timur. Pendirian GIS Ansor ini dia rasa sangat penting untuk menjangkau dan memenuhi kebutuhan investasi seluruh masyarakat Indonesia saat ini.

 

”Pendirian GIS Ansor Jatim ini berkonsep kerja sama, diharapkan masyarakat dari berbagai kalangan, tidak hanya mengenal Pasar Modal Syariah dari sisi teori saja. Namun harapannya dapat mengetahui praktek secara langsung proses terjadinya transaksi jual beli saham karena terfasilitasi dengan kerja sama bersama Anggota Bursa mitra,” paparnya.

 

Sedikit gambaran, minat masyarakat akan pasar modal syariah di Indonesia saat ini semakin meningkat. Kontribusi nilai kapitalisasi pasar saham syariah sudah mencapai 53.5% dari total kapitalisasi pasar di Bursa, dan selama 4 (empat) tahun berturut-turut sejak 2019, pasar modal syariah Indonesia mendapat penghargaan internasional sebagai Pasar Modal Syariah Terbaik di dunia dari Global Islamic Finance Award (GIFA).

 

Dengan adanya pendirian GIS Ansor Jatim, maka jumlah GI BEI di Jawa Timur saat ini adalah 86 GI BEI, dari total 790 GI BEI di seluruh Indonesia atau mencapai 10.9%. Sehingga Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah GI BEI terbanyak di Indonesia. GIS Ansor Jatim  merupakan GI Syariah ke 6 di Jawa Timur dari total 103 GI Syariah BEI yang ada di Indonesia.

 

Adapun kota-kota besar di wilayah Jawa Timur yang memiliki jumlah investor terbesar adalah di kota Surabaya sebesar 291 ribu investor, Malang 151 ribu investor, dan Sidoarjo 112 ribu investor.

 

”Saat ini jumlah investor pasar modal di Indonesia, per 28 April 2023 telah mencapai kurang lebih 11juta Investor, dan di wilayah Jawa Timur jumlah investornya telah mencapai angka sebesar 1,4juta investor atau sebesar 13,27% dari total investor nasional,” ungkapnya panjang lebar.

 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Departemen Perizinan Pasar Modal OJK, Luthfy Zain Fuady juga memberi apresiasi dengan Pendirian GIS di GP Ansor Jatim.

 

“Inisiatif GP ANSOR dalam mendirikan dan mengembangkan GISini merupakan bukti nyata bahwa agama islam, dalam hal ini fiqih muammalah bukan hanya dalam tataran dialektika, tetapi lebih jauh dari itu,” ungkap Luthfi di hadapan kader Ansor Jatim.

 

Pihaknya berharap, GP ANSOR  Jatim mampu istiqomah dalam pengelolaan dan pengembangan GIS ini pada masa yang akan datang, khususnya dalam pengembangan pasar modal syariah. OJK yakin Ansor yang notabene mewakili pesantren sebagai salah satu center of excellent mampu mengembangan khazanah keilmuan fiqih muammalah.

 

“GP Ansor pastilah mampu untuk memberikan sumbang sih dalam pengembangan pasar modal syariah, khususnya dari aspek pengembangan jenis-jenis akad syariah yang dapat menjadi dasar lahirnya produk syariah pasar modal  maupun aktivitas berlabel syariah di pasar modal,” ujarnya.

 

Luthfi mengklaim, GIS GP ANSOR ini nantinya bukan hanya sekedar akselerator literasi dan inklusi pasar modal syariah, namun juga center of excellent baru dalam pengembangan pasar modal syariah. Ke depan, Industri Pasar Modal Syariah mampu berkontribusi secara signifikan dalam ekosistem ekonomi dan keuangan nasional. [rof/]