Masyarakat Tuban Antusias Rayakan Tradisi Lebaran Ketupat

Reporter : Savira Wahda Sofyana

blokTuban.com - Dalam momentum perayaan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, selalu diperingati oleh masyarakat dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menggelar tradisi keagamaan, di masing-masing wilayah. 

Di Kabupaten Tuban sendiri, masyarakat selalu melakukan tradisi Lebaran Ketupat atau kupatan setiap tahunnya, setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri berlangsung. Biasanya, tradisi Kupatan ini dilakukan masyarakat setelah salat shubuh ataupun malam harinya. 

Salah seorang daerah di Kabupaten Tuban yang turut menggelar tradisi Kupatan atau Lebaran Ketupat ini, ialah Desa Patihan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. 

"Kupatan ini tradisi turun temurun yang selalu kita lakukan setiap tahun di masing-masing musalla," ujar seorang warga setempat, Heni kepada blokTuban.com, Sabtu (29/4/2023). 

Dalam pembuatannya, ketupat sendiri memiliki empat hingga enam sisi. Dimana, empat sisi pada ketupatan itu sebagai lambang perjuangan empat sahabat Nabi, yaitu Khulafaur Rasyidin. Sementara ketupat yang memiliki enam sisi melambangkan rukun iman yang ada enam.  

Disamping sebagai simbol permohonan ampun kepada Tuban atas semua kesalahan, tradisi kupatan ini juga dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama. 

"Kadang ada yang waktu Lebaran nggak ketemu karena mudik, bisa ketemu di musalla. Jadi untuk Halal bihalak juga," katanya. 

Dengan mengikuti tradisi turun temurun ini, maka Ibu dari satu orang anak ini berharap agar segala amal ibadah yang dilakukannya selama Bulan Ramadan kemarin, dapat diterima oleh Tuban dan diampuni kesalahan-kesalahan di masa lalunya. 

Untuk diketahui, biasanya masyarakat di Kabupaten Tuban menyandingkan ketupat yang telah dimasak tersebut, dengan sayur lodeh yang dicampur dengan beberapa lauk, seperti tahu, tempe, ayam, ikan pindang maupun ikan tongkol. [Sav/Dwi]

 

Temukan konten Berita Tuban menarik lainnya di GOOGLE NEWS