Pesantren Modern 4 Bahasa di Tuban Wajibkan Santrinya Belajar Pedalangan dan Karawitan

Reporter : Muhammad Nurkholis

blokTuban.com – Pesantren Modern 4 bahasa Al Muhibbin yang berada di Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban, menjadi salah satu pondok yang memiliki kurikulum unik selain menonjolkan 4 bahasanya. Di pondok pesantren ini para santrinya juga di wajibkan mengikuti ekstrakurikuler kesenian Jawa.

Menurut Ahmad Sholikin (30) salah satu guru ekstrakurikuler kesenian Jawa di pesantren tersebut, ektrakurikuler ini sudah ada sejak awal pondok berdiri dan terus di jaga samapai saat ini.

“Ekstrakurikuler sudah ada dari dulu dan terus di jaga dan kembangkan,” uajar Ahmad Sholikin kepada blokTuban.com, Minggu (8/01/2022).

Untuk kesenian jawa yang diajarkan dalam ekstrakurikuler meliputi, musik religi versi kyai kanjeng, karawitan, dan pedalangan. Untuk santri putra biasanya lebih diarahkan ke pendalangan dan untuk santri putri di karawitan.

Baca juga:

Usung Konsep Wahana Air di Tuban, Begini Keamanan di Sendang Silowo

Di pondok yang santrinya hampir seribu ini, memiliki cara untuk mengasah kemampuan santri yang telah mengikuti ekstrakurikuler yaitu dengan mengadakan class meeting antar kelas dengan memperlombakan kesenian wayang kulit.

“Salah satunya kegiatan setiap tahun yaitu pondok mengggelar lomba antar kelas kesenian wayang kulit yang personilnya dari setiap kelas,” tambahnya.

Sholikin sapaan akrabnya menambahkan, bahwa salah satu santri yang menjadi juara satu saat class meeting telah ditunjuk menjadi perwakilan Kabupaten Tuban dalam festival dalang Jawa Timur yang akan di gelar sekitar pertengahan 2023.

Selain itu, salah satu prestasi yang telah diraih oleh santri yang ikut ekstrakurikuler seni ini yaitu, menjadi juara kategori musik yang paling kreatif dalam festival gamelan kiyai kanjeng. Sekaligus masih banyak prestasi lainnya.

Untuk menunjang prestasi para santri, saat ini pesantren mulai merintis untuk melengkapi alat-alat kesenian yang belum ada. Diharapkan nanti para santri yang telah lulus bisa menyebarkan ilmunya baik ilmu agama maupun seninya.

"Karena ini merupakan salah satu bentuk melestarikan budaya Jawa agar tidak di lupakan, serta untuk santri yang masih belajar agar terus semangat agar bisa menciptakan prestasi yang membanggakan," tutupnya. [Nur/Ali]

 

Temukan konten blokTuban.com menarik lainnya di GOOGLE NEWS