17:00 . Jangan Sepelekan Campak, Dampaknya Sebabkan Diare Berat hingga Kematian   |   16:00 . Trailer Film Malaysia Genre Horor - 'PULAU' Siapa Pergi Dia Mati   |   15:00 . Jadwal Tayang Bioskop NSC Tuban 27 Januari 2023: Ada 6 Film Pilihan untuk Kamu   |   14:00 . Hujan Petir Masih Berpotensi Guyur Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro Hari Ini   |   13:00 . Unik !! Pohon Pisang di Plumpang Kabupaten Tuban Bercabang dan Berbuah 2 Tandan   |   12:00 . Update Sembako Tuban 27 Januari 2023: Cabai Biasa Turun Rp10.000, Telur Ayam Rp2.000/Kilogram   |   11:00 . Kasus Gizi Buruk Anak di Tuban Turun, Angkanya 21,5 % Level Nasional dan 19,2 % di Jatim   |   10:00 . Harga Emas Antam Hari ini 27 Januari 2023 Turun Rp5.000 Per Gram, Sejumlah Stock Kosong   |   09:00 . Desi Astutik Pendamping Produk Halal yang Getol Dampingi Pelaku UMKM   |   08:00 . Cara Rasulullah Berdzikir, Tanpa Alat Hanya Menggunakan Jari   |   07:00 . Resep Bolu Gulung Keju DEBM, Tanpa Menambahkan Tepung   |   20:00 . Miniatur Mobil Jadikan Pemuda Tuban Jutawan, Produknya Tembus Berbagai Kota   |   19:00 . 3.923 Anak di Tuban Putus Sekolah, Salah Satu Pemicunya Menikah Usia Dini   |   18:00 . Capaian Vaksin Booster di Tuban 34,42%   |   17:00 . Pemkab Tuban Libatkan Kejaksaan di Proyek Pembangunan, Diminta Deteksi Dini Masalah   |  
Fri, 27 January 2023
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

FSPMI Tuban Kerahkan 2.500 Massa Demo Hari Ini, Desak Bupati Turun Tangan Selesaikan 33 Korban PHK

bloktuban.com | Wednesday, 14 September 2022 06:00

FSPMI Tuban Kerahkan 2.500 Massa Demo Hari Ini, Desak Bupati Turun Tangan Selesaikan 33 Korban PHK Diantara buruh korban PHK PT IKSG dan PT Swabina Gatra Tuban.

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Tuban kembali menggelar demo di beberapa lokasi, Rabu (14/9/2022). Sesuai dengan surat pemberitahuannya yang dikirimkan ke Kapolres Tuban, ada 2.500 massa yang dikerahkan. 

Demo lanjutan hari ini masih fokus pada penyelesaikan 33 orang pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh PT. Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) dan PT. Swabina Gatra. Kedua perusahaan tersebut merupakan anak usaha dari PT. Semen Indonesia (SIG) Pabrik Tuban. 

Ketua FPSMI Tuban, Duraji menolak PHK sepihak Swabina Gatra yang cacat prosedural. Massa meminta Swabina kembali memperkerjakan 33 warga ring 1, serta menuntut IKSG bertanggung jawab atas adanya PHK di lingkungan kerjanya.

Selain itu, para buruh juga menuntut IKSG untuk menunjukkan data kerugian perusahaan selama sua tahun trakhir ini. Selain itu mereka juga menuntut Pemerintah Kabupaten Tuban untuk mengupayakan 33 warganya yang terkena PHK tersebut bekerja lagi serta mencegah PHK terulang kembali.

"Hari ini kami juga mendesak Bupati Tuban ikut turun tangan untuk mengupayakan 33 pekerja dapat kembali bekerja," ujar Duraji. 

Baca juga :

Cerita Pilu Buruh Tuban, Dikontrak Sampai Desember Di PHK Agustus 2022

IKSG: Objek Pekerjaan Kurang, Tak Mungkin 33 Buruh Tuban Korban PHK Bekerja Lagi

10 Potret Tenda Keprihatinan, Simbol Perlawanan Buruh di Tuban Terhadap Industri Kemasan Semen

Duraji juga mendesak pengawas ketenagakerjaan Jawa Timur segera melakukan pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran pemborongan pekerjaan oleh PT IKSG, termasuk pelaksanaan PKWT di wilayah kerjanya.

Adapun rute demo hari ini mulai dari Lapangan Desa Temandang, PT.Swabina Gatra, Pertigaan Desa Sumberarum, Kerek, Pertigaan Glondonggede, Perempatan Pelabuhan Semen Gresik, PT.IKSG, jalan raya pantura, dan terakhir di Kantor Pemkab Tuban.

Sebelumnya, pada 23 Agustus 2022 buruh metal juga menggelar aksi mendirikan tenda di depan akses keluar masuk Perusahaan PT IKSG yang berlokasi di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Tuban. 

Aksi tersebut sebagai bentuk penolakan atas Pemecatan sepihak yang dilakukan oleh rekanan dari IKSG beberapa waktu lalu, yaitu PT Swabina Gatra kepada 33 buruh yang selama ini sudah bekerja bertahun-tahun. 

Hadi Siswanto salah satu buruh korban PHK PT. Swabina Gatra Tuban. Dia mengaku sudah bekerja selama 24 tahun, tetapi saat ini dirinya menjadi pengangguran setelah menerima surat pemutusan kontrak kerja dari anak usaha dari PT. Semen Indonesia. 

"Kurang tahu alasan PHK ini. Tiba-tiba saja dikeluarkan dari Swabina Gatra," katanya.

Buruh lainnya yang juga korban PHK, Julaikah telah bekerja di Swabina Gatra selama 7 tahun. Dia sangat sedih menerima surat pemutusan kontrak kerja dari perusahaan, yang semestinya habis pada Desember 2022 mendatang. 

"Harusnya kontrak kerja kami selesai pada 8 Desember, tapi di bulan Agustus ini kami di PHK," jelasnya. 

Sementara itu, Senior Manager Human Capital PT. IKSG Tuban, Sayekti menjelaskan bahwasanya PT. Swabina Gatra menjadi pemborong pekerjaan pembuatan kantong semen di IKSG. Karena situasi pasca Pandemi Cobid-19 seperti ini, sehingga secara resmi PHK telah diumumkan oleh Swabina. 

"Karena objek pekerjaan memang berkurang jadi rasanya tidak mungkin 33 orang tersebut dapat bekerja lagi," ujar Sayekti.

Yekti sapaan akrabnya, menambahkan pemutusan kontrak 33 orang tersebut sejak 9 Agustus 2022. Semestinya mereka dapat bekerja sampai bulan Desember 2022 mendatang. Salah satu alasannya yaitu adanya efesiensi di anak perusahaan Semen Indonesia. [Ali]

 

Temukan konten Berita Tuban menarik lainnya di GOOGLE NEWS 

 

Tag : Demo Buruh Tuban, FSPMI Tuban, 33 Korban PHK, Bupati Tuban, IKSG, Swabina Gatra, SIG Tuban, Blok Tuban, Berita Tuban, Tuban Hari Ini, Kabupaten Tuban



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat