Mengenal Indah Puspita Sari, Salah Satu Pelopor Tuban Fashion Week yang 7 Tahun di Dunia Model

Reporter : Savira Wahda Sofyana

blokTuban.com - Demam Citayam Fashion Week kini mulai diikuti oleh sejumlah daerah di Tanah Air, salah satunya di Kabupaten Tuban. Aksi catwalk beberapa remaja di atas zebra cross pada Kamis (4/8/2022) sore di kawasan Jalan RA Kartini, hingga kini masih menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat yang menuai pro dan kontra. 

Namun di tengah itu semua, ternyata ada sosok yang tak luput dari perhatian yaitu Indah Puspita Sari. Dia merupakan salah satu pelopor adanya Fashion Week di Kabupaten Tuban yang ternyata sudah memiliki background sebagai model sejak tahun 2015 silam. 

"Jadi sebelumnya memang saya sudah punya background modeling. Saya sering diajak teman-teman fotografer buat foto hunting," ungkapnya saat dikonfirmasi oleh blokTuban.com, Jumat (5/8/2022). 

Baca juga :

- Gaya Pemeran Tuban Fashion Week yang Mengusung Batik

Anak Muda di Tuban Gelar Fashion Week di Lokasi Ini, Tiru Aksinya Bonge dan Jeje Slebew Citayam

Selain backgroundnya yang juga seorang model, perempuan yang akrab disapa Indah ini juga mengaku sangat tertarik dengan cousplay dan anime, sehingga dirinya memutuskan ingin mengawali fashion week di Kabupaten Tuban. 

Dengan tujuan, agar Bumi Wali julukan untuk Kabupaten Tuban bisa lebih ramai. Selain itu, juga agar anak-anak muda di Tuban bisa lebih tahu atau mengerti dengan fashion, sehingga Kabupaten Tuban bisa lebih berkembang lagi. 

"Sudah lumayan lama sih kalau modeling, kayaknya mulai tahun 2015. Saya juga SPG event di Bravo Tuban, jadi kerjanya weekend doang Jumat - Minggu, selain itu free jadi bisa hunting," paparnya. 

Selama kurang lebih 7 tahun berada di dunia modeling, perempuan asal Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan Tuban tersebut juga mengaku mendapatkan pelajaran yang luar biasa mulai dari pengalaman hingga jejaring perkenalan, dengan bakat yang dimilikinya secara otodidak tersebut. 

Lebih lanjut, perempuan 27 tahun ini juga menyampaikan untuk memulai gebrakan Tuban fashion week bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, banyak masyarakatnya yang justru menghujatnya lantaran dinilai alay dan mengganggu lalulintas. 

"Responnya macem-macem sih, ada positif dan negatifnya pasti. Positifnya banyak yang ngedukung, ngasih semangat, dan daa juga yang pengen ikutan. Negatifnya katanya ganggu jalan dan dikatain alay," katanya. 

Kendati demikian perempuan lulusan SMK TJP Tuban tersebut tidak patah semangat, dan akan terus melanjutkan kegiatan tersebut bersama dengan beberapa teman lainnya, dengan harapan semakin banyak masyarakat yang mengikuti gebrakan baru tersebut. [Sav/Ali]

Temukan konten Berita Tuban menarik lainnya di GOOGLE NEWS