Bantu Petani, Mahasiswa IAINU Tuban Lepasliarkan Burung Pembasmi Tikus

Reporter : Sri Wiyono

blokTuban.com - Hama tikus yang sering menjadi momok petani. Areal pertanian milik warga kerap diserang hingga merugikan petani. Tikus tidak saja memakan buah atau tanaman petani yang sudah tumbuh, namun benih tanaman yang baru ditanampun sering digasak. 

Untuk tanaman yang sudah tumbuh, hama tikus sering menggerogoti batangnya hingga tanaman mati. Sedang, bagi tanaman yang sudah berbuah, seperi tanaman jagung misalnya, buah yang masih kecil juga sudah dimakan. Hal ini sering membuat petani gagal panen.

Baca juga: Atlet Balap Sepeda Berangkat Kejurprov, ISSI Tuban: Jaga Nama Baik Tuban

Upaya yang dilakukan petani untuk membasmi hama tikus sudah sangat banyak. Seperti misalnya memasang jebakan listrik sampai memburu tikus beramai-ramai atau petani mengistilahkan ‘gropyokan’. Namun, hama tikus masih tetap menyerang.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa program studi (prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban dari unit Pemberdayaan Masyarakat Islam Bidang Lingkungan Hidup berusaha membantu petani.

Baca juga: Dua Desa Rebutan Proyek Gas, Bupati Tuban: Camat Mampu Menjaga Iklim Investasi Gas

Mahasiswa yang diampu dosen Fathul Amin itu menawarkan solusi yang mudah dan murah untuk membasmi hama tikus tersebut. Caranya dengan melepaskan burung pemburu tikus. Burung Serak Jawa, sejenis burung hantu yang orang Jawa menyebutnya sebagai burung Dares.

‘’Kami membantu petani dengan melepas burung Dares di sawah Desa Wangun, Kecamatan Palang,’’ujar Romadon, salah satu mahasiswa yang ikut dalam kegiatan ini, Rabu (22/6/2022).

Baca juga: Surat Kedua KASN untuk Bupati Tuban, Isinya Intruksi Peninjauan Mutasi Pejabat

Dia mengatakan, dengan melepasliarkan burung Serak Jawa ini, diharapkan hama tikus bisa berkurang, bahkan bisa dibasmi. Sebab, burung Serak Jawa ini dikenal sebagai burung pemburu tikus sebagai makanannya. Burung ini berburu pada malam hari.

‘’Ini cara membasmi hama yang mudah dan murah,’’ tambahnya.

Dengan dilepasliarkan, burung Serak Jawa itu bisa berburu makanan sendiri untuk bertahan hidup. Sebagai tempat tinggal disediakan kandang di areal sawah yang bisa ditinggali burung ini.

Baca juga: Mengintip Aksi 20 Barberman Tuban Cukur Tukang Becak dan Pedagang di Parkiran Makam Sunan Bonang

Para petani menyambut baik kegiatan mahasiswa IAINU ini. Sebab, kehadiran burung Serak Jawa diharapkan bisa membasmi hama tikus yang sering merusak tanaman mereka.[ono]

 

Temukan konten Berita Tuban menarik lainnya di GOOGLE NEWS