22:00 . Warga Bojonegoro Jadi Pemenang Lomba Kicau Nasional di Tuban, Burungnya Ditawar Rp100 Juta   |   21:00 . Desa Klotok Tuban Sukses Gelar Festival Layang-layang Nasional 2022   |   20:00 . Beruntungnya Punya Nama Agus dan Berakhiran Tie Dapat Nasi Kemerdekaan di Warung Tuban Ini   |   19:00 . Ratusan Burung 6 Jenis Ini Tampil Memukau di Lomba Kicau Nasional di Tuban   |   18:00 . 7 Rekomendasi Sewa Kostum dan Rias di Tuban Cocok untuk Karnaval Kemerdekaan   |   17:00 . Di bawah DKI Jakarta, Gubernur Khofifah Minta Pengusaha APINDO Pertahankan Iklim EKonomi Jatim   |   16:00 . Setelah Minyak Goreng Kemasan Turun, Hari Ini Sembako di Tuban Stabil   |   15:00 . Musim Kemarau Tiba, Siapkan Diri Anda   |   14:00 . Lulus Predikat Membanggakan, 54 Siswa Permadani Tuban di Wisuda   |   13:00 . Kabar Baik, 4 Zodiak Berikut ini Hidup Berkelimpahan di Bulan Agustus   |   12:00 . Bediang Berujung Petaka, Warga Tuban Kehilangan Rumah, Kandang dan Tiga Kambing   |   11:00 . Dok! PA Kabulkan Dispensasi Nikah Santriwati Korban Pencabulan Anak Kiai di Tuban   |   10:00 . Jelang HUT RI ke-77 Tahun, Persewaan Kostum Karnaval di Tuban Kebanjiran Orderan   |   09:00 . Lirik Lagu FOREVER 1 - Girls' Generation/ SNSD - SMTOWN   |   08:00 . Ini Niat Puasa Sunnah Asyura 10 Muharram, Ketahui Keutamaannya   |  
Mon, 08 August 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Kisah Mbah Buyut Santri, Penyebar Islam di Tuban yang Melawan Pagebluk 'Sogok Petek Silit Mancur'

bloktuban.com | Monday, 20 June 2022 13:00

Kisah Mbah Buyut Santri, Penyebar Islam di Tuban yang Melawan Pagebluk 'Sogok Petek Silit Mancur' Makam Syekh Sulaiman atau Mbah Buyut Santri di Tuban. (Nur/blokTuban.com)

Reporter: Muhammad Nurkholis

blokTuban.com – Mbah Buyut Santri atau biasa disebut juga dengan nama Syekh Sulaiman merupakan salah satu tokoh yang memiliki pengaruh besar di desa Kesamben Timur. Desa ini terletak di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. 

Mbah Buyut Santri merupakan tokoh penyebar agama Islam di desa tersebut. Ia adalah seorang ulama pada masa kerajaan Mataram dan berasal dari Desa Muntilan, Jawa Tengah dan menyebarkan agama Islam.

Baca berita menarik lainnya DI SINI 

Dengan berjalannya waktu dakwah Mbah Buyut Santri pun dapat diterima dan hasilnya banyak masyarakat Kesamben yang mengikuti ajaran agama Islam. Kemudian desa makin sejahtera dan tentram. Akan tetapi pada suatu saat terdapat sebuah wabah atau dalam bahasa jawa di sebut dengan nama pagebluk.

“dulu desa mengalami wabah yaitu Sogok Petek Silit Mancur (yang sekarang dalam istilah kesehatan dinamakan muntaber) jika orang terkena wabah tersebut badan terasa panas dan pada malam harinya meningal dunia,” Ucap kepala Dusun Kesamben Timur, Agus kepada blokTuban.com, Senin (20/06/2022).

Baca juga: Nguri-Uri Sejarah Tuban, Warga Prunggahan Wetan Gelar Festival Peringatan Hari Jadi Warunggahan Ke-717

Wabah tersebut semakin meluas dan menyebar dengan cepat maka sebagai seorang yang menjadi panutan Mbah Buyut Santri mengutus seorang pande besi bernama Cokriyo untuk pergi ke Blitar guna mencari tumbal untuk mengatasi wabah tersebut.

Sepulang dari Blitar Cokriyo membawa dua tumbal/ pusaka, pusaka tersebut bernama Treppan dan Watusoko. Treppan berasal dari dua kosa kata yaitu Trep yang berarti mancep dalam istilah Indonesia tertanam, dan yang kedua berasal dari kata Pan yang berarti mapan, yang bertujuan siapapun yang menghuni wilayah Desa Kesamben akan hidup mapan sejahtera lahir maupun batin. 

Baca juga: Saat Malam Suhu di Tuban Lebih Dingin hingga 22 Derajat Celcius? Ini Kata BMKG

Sedangkan Watusoko juga berasal dari dua kosa kata watu dan soko. Watu berarti batu dan soko berarti cagak/ tiang dengan tujuan agar banjir lahar tidak dapat masuk lagi ke Desa kesamben. Kedua pusaka Treppan dan Watusoko ditanamlah di dua tempat yang berbeda satu di tengah-tengah desa (Treppan) dan satu di pinggir desa (Watusoko) dan wabah pun hilang.

Situs Watusoko peninggalan Mbah Buyut Santri di Tuban. (Nur/blokTuban.com)

Sampai saat ini peninggalan mbah buyut santri yang masih bisa dilihat di Desa Kesamben adalah Watusoko dan kondisinya masih sama dari dulu sampai sekarang dan masyarakat sekitar pun tetap menjaga peninggalan tersebut hingga sekarang. Sedangkan Treppan menurut Agus dipendam di dalam tanah dan tidak dapat dilihat oleh orang tetapi lokasi di pendamnya treppan masih ada dan di jaga oleh masyarakat.

Makam Mbah Buyut Santri biasanya ramai didatangi peziarah dari luar desa. Menurut Puput (40) warga yang rumahnya dekat makam mengatakan kalau malam jumat banyak peziarah

“malam jumat ramai mas biasanya ada kalau 10-15 orang yang datang ke makam,” ujarnya.

Baca juga: Warganet Desak CFN Tuban Dialihkan ke Alun-alun, Begini Respon Bupati Lindra

Serta salah satu karomah yang masih dirasakan masyarakat sekitar yaitu jika mereka punya nadzar akan mudah dikabulkan. Mereka biasanya nadzar akan memanggang ayam atau menyembelih kambing jika hajadnya terkabul.

Dan haul mbah buyut santri akan akan dilakukan pada bulan Selo pada hari Senin Pahing dengan adanya pertunjukan wayang kulit serta tahlilan. Tahun ini terdapat 10 kambing yang disembelih.[Nur/Dwi]

Tag : makam wali, tuban, syekh Sulaiman, bloktuban, jejak siar islam



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 07 August 2022 15:00

    Musim Kemarau Tiba, Siapkan Diri Anda

    Musim Kemarau Tiba, Siapkan Diri Anda Setiap pagi hari sejak sebulan lalu, kita sering merasakan dingin. Rasa dingin terasa lebih kuat saat menjelang pagi hari. Hal tersebut merupakan tanda terjadinya masa pancaroba atau bisa disebut dengan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat