15:00 . Warga Tuban Serbu Pasar Murah Berhadiah Gula Pasir   |   14:00 . 20 BUMDesa Tuban Pamer Produk di Event Besti, Pedagang Kebanjiran Berkah   |   13:00 . Peringatan 50 Tahun IKA UNAIR di Tuban, Khofifah Harapkan Keberkahan   |   12:00 . Kantor Kejari Tuban Dipenuhi Karangan Bunga, Dukung Pelaporan Alvin Liem   |   11:00 . Fashion Show Gadis Pesisir Tuban 2022 Sukses Digelar di Pantai Semilir Socorejo   |   10:00 . Festival Batik Pantai Semilir 2022 || Pantai SEMILIR   |   09:00 . Empat Film Bioskop NSC Tuban di Akhir Pekan, Pilih yang Mana!   |   08:00 . Prediksi Cuaca Tuban 24 September 2022: Sore Hari Hujan Ringan dan Berawan Tebal   |   07:00 . BPS Laporkan Penurunan Kunjungan Wisata Mancanegara di Jatim   |   06:00 . KONI Jatim Libatkan Hope Physioteraphy di Puslatda Jelang PON XX 2024   |   05:00 . Hadiri 50 Tahun IKA UNAIR di Tuban, Gubernur Khofifah Dijadwalkan Gowes hingga Tanam Mangrove   |   23:00 . Desa Jlodro Tuban Mencekam, Berawal dari Sakit Hati Kakek Bacok Tetangganya hingga Tewas   |   22:00 . Pengurus IKAMI ATTANWIR Tuban Dilantik, Ketum : Kita Harus Kompak dan Semangat   |   21:00 . Diduga Cemarkan Intitusi Kejaksaan di Youtube, Persaja Tuban Laporkan Alvin Liem ke Polisi   |   20:00 . Jadi Souvenir G20, Menparekraf RI Puji Produk Teh Herbal Binaan Pertamina   |  
Sun, 25 September 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Dinas Pertanian Tuban: Penggunaan Bahan Kimia Turunkan Unsur Organik Pada Lahan Persawahan

bloktuban.com | Wednesday, 15 June 2022 19:00

Dinas Pertanian Tuban: Penggunaan Bahan Kimia Turunkan Unsur Organik Pada Lahan Persawahan Para ibu-ibu sedang menanam padi . (Sav/blokTuban.com)

Reporter: Savira Wahda Sofyana

blokTuban.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menyebut, jika saat ini lahan persawahan milik masyarakat Kabupaten Tuban memiliki unsur organik yang rendah karena terlalu sering diberikan bahan kimia.  

Oleh karena itu, Pemkab Tuban meminta agar masyarakat mulai menerapkan penggunaan bahan organik dalam sistem penanamannya. Sebab, bahan organik berperan penting terhadap kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan serta hasil tanaman.

Baca juga: Pupuk Subsidi ZA, SP-36 dan Organik Granula Dicabut Bulan Depan? Ini Kata Pemkab Tuban

“Arahan dari mas bupati minta kalau dikembalikan lagi ke alam karena sekarang kesuburan tanah itu bahan organiknya sudah rendah sekali, karena terus menerus berulang-ulang kan kimia,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (DPKP) Tuban. kepada blokTuban.com, Rabu (15/6/2022). 

Akibatnya, saat ini lahan persawahan kurang optimal dalam menahan ataupun menyimpan air karena hembus nya tidak ada, karena pemakaian bahan kimia yang dilakukan secara berulang, sehingga tanahnya menjadi rusak. 

Dapatkan Berita Tuban menarik lainnya DI SINI 

Maka dari itu, pemerintah menyarankan agar petani tidak ketergantungan terhadap pupuk berbahan kimia, dan memanfaatkan limbah-limbah dari alam. Pasalnya, selain menyuburkan tanah peran bahan organik sendiri dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah memegang air, memperbaiki media perkembangan mikroba tanah, hingga meningkatkan pori-pori tanah.

“Itu sebenarnya kita dari 5 tahun yang lalu, itu sudah ada untuk program pembuatan pupuk organik. Jadi kita rutin pelatihan tiap tahun itu ada, memang sebelum ada kimia kita diorganik. Sudah tahu semua petani, jadi petani yang sudah punya sapi itu kan peternak dibakar, ditaruh dan dimasukkan intinya mereka sudah faham itu,” bebernya. 

Baca jugua: Ladang pertanian di Pesisir Tuban Mendadak Jadi Danau, BMKG Turun ke Lokasi

Menurut Ulfah, enggannya petani di Kabupaten Tuban dalam menggunakan pupuk organik saat ini, dipicu lantaran perbedaan jumlah panen yang cukup signifikan, sehingga petani belum sanggup jika diminta untuk menggunakan sistem organik secara keseluruhan. 

Bahkan, ia mengatakan jika perbedaan hasil panen mencapai dua kali lipat. Ulfah mencontohkan, jika biasanya petani bisa mendapatkan 7 hingga 8 ton saat dalam sekali panen dengan menggunakan bahan kimia. Maka saat menggunakan bahan organik petani hanya mampu hasil jerih payahnya maksimal 3.5 hingga 4 ton saja. 

Baca juga: Beli Pertalite Pakai Motor Tangki Modifikasi, Penjual BBM Eceran di Tuban: Hasilnya Tak Sebanding

“Sekarang ini tuntutannya luar biasa, kalau organik itu kan tidak ngangkat. Karena organik itu maksimal dalam satu hektar dia maksimal hanya 3.5 sampai 4 ton, tapi kalau disupport dengan kimia itu bisa 7 sampai 8 ton, dua kali lipatnya. Makanya tetap menggunakan organik dan non organik,” jelasnya. [Sav/Dwi]

Tag : Pertanian, Tuban, Kabupaten Tuban, blokTuban



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 20 September 2022 05:00

    Opini

    Menata (Serius) Kompetisi Olahraga ?

    Menata (Serius) Kompetisi Olahraga ? Ada celetukan yang sering muncul di antara teman-teman pelatih olahraga begini, latihan terus menerus tanpa bertanding itu sama artinya dengan merasa hebat tapi tidak teruji dan terbukti. Latihan terus tanpa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat