Peninggalan Mbah Sekar Mlati Menjadi Cikal Bakal Nama Plumpang

Reporter : Muhammad Nurkholis

blokTuban.com - Setiap daerah pastinya memiliki sejarah yang panjang terkait nama daerah, kultur budaya, ataupun agamanya. Desa Plumpang, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban misalnya. 

Hingga sekarang, asal mula nama Plumpang dipercaya oleh masyarakat berasal dari nama Alu dan Lumpang. Dua kata tersebut diperkuat dengan penemuaan situs atau peninggalan yang berupa Alu dan Lumpang di sebuah makam Islam desa. 

Informasi dari pengurus makam, sejak dulu mereka tidak memiliki catatan kapan persisnya situs tersebut ditemukan. Dua tahun terakhir, situs Alu berhasil ditemukan oleh warga dan sekarang benda tersebut disimpan oleh Mustakrom. 

"Dulu setelah pemugaran situs ini sering dilakukan tahlil rutin setiap malam jumat pahing setelah isya'. Setelah berjalan satu setengah tahun ada seseorang misterius yang memberikan alu batu ini kepada saya,” ucap Mustakrom mendahara makam kepada blokTuban.com, Minggu (10/4/2022). 

Sebelum ditemukannya alu tersebut, lanjut Mustrakrom bahwa pengurus makam sudah diberi nasehat oleh sesepuh desa bahwa alunya akan segera kembali. 

"Sudah waktunya kembali alu tersebut," imbuhnya menirukan pesan sesepuh desa. 

Sementara itu, Warkun ketua makam menambahkan, dulunya Alu dan Lumpang dimiliki oleh Mbah Krapyak Sekar Mlati. Tokoh perempuan tersebut biasa menggunakan alunya untuk meracik sebuah jamu.

Meskipun sosok Mbah Krapyak dihormati oleh warga Plumpang sejak dulu, akan tetapi makamnya sendirri belum ditemukan sampai sekarang.

Perlu diketahui, di dinding luar Alu terdapat sebuah ukiran yang mana pengurus makam tidak bisa memastikan apaka tulisan tersebut prasasti atau sebuah ukiran hiasan. Sedangkan untuk Lumpangnya berada di titik tengah Desa Plumpang, persisnya di dalam rumah Jumain.  

Lumpang tersebut memiliki ukuran lebih kecil dari pada yang berada di makam tetapi kondisinya lebih bagus dan tidak pecah. 

Dulu Jumain mengaku sempat memiliki keinginan untuk mengangkat Lumpang tersebut. Baru setelaha dirinya meminta izin kepada Tuhan YME akhirnya dimudahkan. Setelah terangkat Lumpang tersebut memiliki kaki-kaki berbentuk bulat sebanyak empat buah. Uniknya lumpang tersebut akan kembali ke tempat asalnya, meskipun sudah dipindah. 

Keberaadaan batu Alu dan Lumpang itulah menjadi cikal bakal di berinya nama Desa Plumpang. Harapannya warga segera ada riset mendalam dari Pemerintah, supaya benda lebih jelas dan terawat. [Lis/Ali]