14:00 . Kasus Covid-19 Naik, Menko Marves Belum Berpikir Terapkan PPKM Darurat   |   13:00 . Kaya Akan Gizi, Perempuan Ini Sulap Olahan Ikan Tongkol Jadi Abon   |   10:00 . Cerita Pelaku UMKM Mempertahankan Bisnisnya di Tengah Pandemi   |   09:00 . Masih Banyak ODGJ Terlantar, Komunitas Resik Tuban Ingin Bantu Para ODGJ   |   08:00 . Didemo Pemuda Enam Desa, Ini Jawaban Pertamina Rosneft   |   07:00 . Terapkan Isi Piringku dalam Gizi Seimbang untuk Cegah Obesitas   |   20:00 . Kendalikan Omicron Tuban Buat Pamor Keris   |   19:00 . Dulu Warga Kampung Miliarder Kaya Raya, Sekarang Susah Makan Tak Punya Pekerjaan   |   18:00 . Beberapa Hari Nihil, Kasus Covid-19 di Tuban Naik 6 Orang Suspect Dalam Sehari   |   17:00 . Relaksasi Bisa Jadi Cara Penanganan Nyeri Ringan Tanpa Obat   |   16:00 . Juli, Kemenag Tuban Targetkan Anggaran Program Kerja Terealisasi 75 Persen   |   15:00 . Pemuda Kaliuntu Klaim Dapat Pesan Bernada Ancaman Sebelum Demo   |   14:00 . Demo Memanas, Kades Ring 1 GRR Marahi Pegawai Hingga Ancam Lapor Ahok   |   13:00 . Kapolres Tuban Minta Korban Penipuan Investasi Bodong Segera Lapor   |   12:00 . Petani Keluhkan Pupuk Subsidi yang Susah Didapatkan   |  
Wed, 26 January 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Mengenal Janjang Berdikari, Seniman Patung Kepiting Klenteng dan Ikon 9 Kuda Tuban

bloktuban.com | Monday, 20 December 2021 15:00

Mengenal Janjang Berdikari, Seniman Patung Kepiting Klenteng dan Ikon 9 Kuda Tuban

Reporter: Dina Zahrotul Aisyi

blokTuban.com - Kabupaten Tuban memiliki segudang seniman, baik dari sektor seni rupa, seni musik, seni tari, dan kesenian dari sektor lainnya. Salah satu seniman asal Tuban adalah Janjang Berdikari. Pria berusia 56 tahun tersebut telah menggeluti dunia seni sejak puluhan tahun silam.

Bapak dari tiga anak tersebut memang memiliki kesenangan tersendiri terhadap seni sejak sekolah dasar. Awalnya, bidang yang disukainya adalah seni lukis, namun sejak tahun 1986, Abah Janjang, sapaan akrabnya mulai menekuni patung. “Pada kenyataanya melukis nggak bisa menghasilkan, malah habis modal saya,” bebernya.

Abah Janjang kembali bercerita bahwasanya ia masih mengingat apa yang diucapkan oleh salah satu gurunya terdahulu. “Guru saya bilang, apa yang jadi uang, itulah yang kalian kerjakan. Ternyata malah dapat rejekinya dari seni patung atau buat relief itu,” jelasnya.

Ia melanjutkan, awalnya tidak tahu jika sebenernya memiliki keahlian untuk membuat patung, meskipun secara dasar sudah tahu ilmunya. “Setelah lulus kuliah saya ada kenalan orang Cina di Klenteng itu, terus ditawarin. Umpama nggak kenal mungkin sampai sekarang yang saya geluti lukis,” bebernya.

Pria asli Kelurahan Sidorejo tersebut mengungkapkan bahwa seringkali menggarap patung-patung atau relief yang ada di Klenteng sejak tahun 1990. Sudah banyak karya yang dihasilkannya, beberapa diantaranya adalah patung naga, kepiting, shio-shio, dan pagar keliling yang berisikan cerita komik Wang Kong di Klenteng Kwan Sing Bio, ikon belimbing yang berada di Alun-alun Tuban, patung Aishin, dan yang paling baru adalah patung balet, dan ikon 9 ekor kuda di Taman Sleko yang saat ini tengah dibangun.

Abah Janjang juga sudah seringkali mendapatkan pesanan dari luar kota, seperti Pati, Surabaya, Kebumen, Bogor, Semarang, Jepara, Ciamis, dan banyak kota lain yang telah dikunjunginya. Sebelum bisa mendapatkan job dari berbagai kota tersebut, Abah Janjang mengaku harus menentukan keberanian dulu. “Pertama itu kan kita tetap belajar, berani nggak dapat tantangan seperti itu,” ujarnya.

Alumni Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya itu dulunya mengambil jurusan seni rupa sehingga memang mempelajari banyak hal, misalnya pembuatan patung, keramik, sungging dan sebagainya. “Diajarkan semuanya, jadi saya juga pernah mencoba dari semua bahan, dari kayu juga pernah tapi saat ini fokus ke patung berbahan semen,” ungkapnya.

Menjadi seniman, menurut Abah akan ada kepuasaan dan kebanggan tersendiri ketika memiliki sebuah karya. “Kalau ditanya anak bisa bilang, itu lo karyanya abah,” ujarnya bangga. Meskipun ia juga mengaku sebagai pegiat seni tentu tidak hanya suka yang didapatkanya, ada juga duka yang harus dilaluinya, namun karena menggeluti dunia seni adalah bagian dari kesukaanya sehingga hal tersebut bisa dikesampingkan.

Puluhan tahun berkecimpung sebagai seniman patung, tentunya akan ada kejenuhan karena hal tersebut memang wajar bagi setiap orang. “Dulu saya dapat pesanan 40 naga di Ciamis selama enam bulan, jadi bosannya ya ada karena kan bentuknya hampir sama semua ya,” ungkapnya. [din/sas]

Tag : patung, kuda, tuban, seni, rupa



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more