20:00 . Satreskrim Polres Tuban Tetapkan FZ Sebagai Tersangka Kasus Investasi Bodong   |   19:00 . Kapalnya Terbakar, Nelayan Palang Telan Kerugian Rp85 Juta   |   18:00 . Sidang Kedua Terdakwa Sabu Hotel Mustika, Saksi Polisi Diperiksa   |   17:00 . Menko Airlangga: Ada Empat Poin Penting untuk Pengembangan UMKM 2022   |   16:00 . Sidang Perdana Guru Spiritual Tuban Didakwa Setubuhi dan Cabuli Tiga Anak   |   15:00 . Penduduk Miskin Bertambah, KNPI Tuban Tawarkan Solusi ke Dinsos   |   14:00 . Juknis BOP RA Tahun 2022 Disosialisasikan, Ini Kriteria Siswa Penerima Bantuan   |   13:00 . Mahasiswa PMII Menuntut Pemkab Tuntaskan Kemiskinan di Tuban   |   12:00 . Perahu Nelayan Tradisional di Tuban Kota Tenggelam   |   11:00 . Tahun 2022, Jutaan Kelompok Rentan Terima Bansos, Mensos Pastikan Optimalisasi Peran Pendamping Sosial   |   10:00 . Peluang Usaha di Era Kekinian - Tuban Digital Forum   |   09:00 . Belalang Goreng, Kuliner Unik dengan Kandungan Protein Tinggi   |   08:00 . Mendag: Mulai Hari Ini Harga Minyak Goreng Rp14.000   |   07:00 . Masuk Musim Penghujan, Orangtua Yuk Kenali Gejala Demam Berdarah pada Anak!   |   20:00 . Sapa Warga Binaan di Lapas, Wabup Tuban Harap Setelah Bebas Warga Binaan Bisa Mandiri   |  
Wed, 19 January 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Benarkah Media Sosial Bikin Empati dan Rasa Tulus Masyarakat Berkurang?

bloktuban.com | Saturday, 27 November 2021 07:00

Benarkah Media Sosial Bikin Empati dan Rasa Tulus Masyarakat Berkurang?

Reporter: -

blokTuban.com - Media sosial memiliki dampak positif dan negatif yang beragam.

Kekinian, Ikatan Psikolog Klinis atau IPK Indonesia mengungkap adanya fenomena berkurangnya rasa empati dan ketulusan di masa pandemi, seiring berkembangnya media sosial di era digitalisasi.

Ketua Umum IPK Indonesia, Indria Laksmi Gamayanti mengatakan saat ini marak terjadi aksi perbandingan sosial, baik diri sendiri maupun orang lain dengan kehidupan orang lain yang dianggap lebih baik.

"Hal yang sifatnya empati dan ketulusan jadi berkurang, karena orang mengukur nilai ini menjadi lebih superficial, lebih permukaan dan lebih dangkal," ujar Indria dalam konferensi pers Kongres Nasional ke-IV IPK Indonesia 2021, Kamis (25/11/2021)

Perilaku pembandingan sosial ini, diakui Indria membuat semakin banyak orang mudah mengalami stres, yang hasilnya membuat kejadian depresi semakin meningkat di masa pandemi.

Hal ini disampaikan Indria, sebagaimana hasil penelitian dan pidato pengukuhan Prof. Dr. Elizabeth Kristi Poerwandari sebagai Guru Besar Psikologis Klinis Universitas Indonesia.

Indira menambahkan, dalam penelitian Prof. Elizabeth ditemukan bahwa sangat sedikit orang yang menilai orang lain dari pengalaman dan kepribadiannya. Orang kini cenderung menilai orang lain dari materi dan status sosial yang dimiliki orang tersebut.

"Penampilan status sosial, kemakmuran kok kayaknya jadi lebih penting dari spiritualitas, kedamaian diri ataupun pengembangan kepribadiannya," tutur Indira.

Meski begitu, Ia tidak bisa menyalahkan perkembangan teknologi media sosial. Tapi, kata dia, dampak negatif perubahan sosial yang menyebabkan gangguan psikologis ini harus bisa diantisipasi.

"Agar dampak negatif ini tidak terjadi, karena memang ternyata kecenderungan orang menjadi lebih mudah stres dan depresi menjadi cukup tinggi," pungkas Indria.

*Sumber: suara.com

Tag : pendidikan, kesehatan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more