10:00 . Berakhir 5 Juni 2022, Segera Daftarkan Diri di Program Kampus Mengajar Angkatan 4   |   09:00 . Subsidi Minyak Goreng Berakhir 31 Mei, Tiga Pilar Jatirogo Cek Stok di Pasar Tradisional   |   08:00 . Bahaya Makan Mie Instan yang Perlu Diwaspadai, Hindari Mengonsumsinya Terlalu Sering   |   18:00 . Sejumlah Nelayan Palang Nekat Melaut Meski Ancaman Ombak Tinggi   |   17:00 . Info Grafis : Fakta Banjir Rob di Tuban   |   16:00 . 593 CJH Latihan Manasik Haji di Lapangan Perumdin SIG Ghopo Tuban   |   15:00 . Wabah PMK Merebak, Penjualan Daging Sapi di Plumpang Masih Stabil   |   14:00 . Waspada! Angka Kasus PMK di Tuban Naik, Sapi Terinfeksi Menyebar di 14 Kecamatan   |   13:00 . Jasad Nelayan Lamongan Ditemukan Mengapung di Perairan Tuban, Ini Identitasnya   |   12:00 . 5 Perguruan Silat Jenu Komitmen Ciptakan Suasana Kondusif di Kawasan Industri   |   11:00 . Sesalkan Pembangunan Jembatan Glendeng Buru-buru, KNPI: Pemkab Tuban Rugikan Pengguna Jalan   |   10:00 . Sampah Meluber Pasca Banjir Rob, Pedagang di Pantai Magrove Tuban Mulai Bersih-bersih   |   09:00 . Fasilitas Olahraga di Tuban Rusak Diterjang Ombak, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta   |   08:00 . Ini Keunggulan Bumbu Dapur Menjadi Bahan Herbal Sebagai Obat Batuk   |   19:00 . Kandang Rusak Diterjang Banjir Rob, Peternak Ayam Aduan Rugi Rp10 Juta   |  
Fri, 27 May 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Indeks Toleransi di Tuban Tertinggi Nasional, Moderasi Beragama Harus Terus Dikembangkan

bloktuban.com | Saturday, 09 October 2021 13:00

Indeks Toleransi di Tuban Tertinggi Nasional, Moderasi Beragama Harus Terus Dikembangkan SEMINAR NASIONAL : Gerakan Moderasi Beragama Terus Dikembangkan. Salah satunya melalui Seminar yang Digelar IAINU Tuban ini. (blokTuban.com/foto : ono)

Reporter : Sri Wiyono

blokTuban.com – Ketua Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB) Kabupaten Tuban KH Masduqi Nur Syamsi mengatakan, tingkat toleransi warga Tuban sudah sangat tinggi. Laporan akhir analisis indeks toleransi umat beragama Kabupaten Tuban tahun 2020 menyimpulkan bahwa secara keseluruhan indeks toleransi beragama di Tuban 4,40 atau setara dengan 88 persen nilai indeks kesalehan sosial yang digunakan kementerian agama.

‘’Nilai indeks toleransi beragama di Kabupaten tuban ini menempati nilai tertinggi secara nasional,’’ ujarnya Sabtu (9/10/2021) dalam seminar nasional Moderasi Beragama yang digelar FKUB Tuban.

Seminar digelar di auditorium Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban. Hadir sebagai narasumber A.Hamid Syarif Ketua FKUB Jawa Timur dan Zainul Hamdi, dosen UINSA Surabaya sekaligus kelompok kerja moderasi beragama Kementrian Agama (Kemenag).

Toleransi dan kerukunan di tengah perbedaan di Tuban, lanjut Kiai Masduqi, telah mendarah daging di dalam diri warga Tuban. Tidak hanya saat ini, namun sejak dulu kehidupan rukun dan damai dalam bingkai kemajemukan agama telah terwujud di Kabupaten Tuban. 

‘’Hal ini bisa dibuktikan dengan peninggalan kayu ukir Kalpataru, yang diperkirakan telah ada sejak zaman Sunan Bonang. Kayu tersebut diukir menggambarkan simbol-simbol agama yang bisa berdiri beriringan. Dan memang secara riil kehidupan rukun, damai, dan tenteram di tengah kemajemukan telah berlangsung di Kabupaten Tuban,’’ urainya. 

Salah satu potret kehidupan umat beragama yang moderat bisa dilihat di Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban. Data yang kami ambil tahun 2019 menunjukkan bahwa warga Islam di kelurahan 4.360 jiwa, Kristen Protestan 285 jiwa, Kristen Katholik 168 jiwa, Konghuchu sejumlah 37 jiwa dan Budha sejumlah 103 jiwa. 

‘’Namun, mereka bisa hidup rukun berdampingan. Ada masjid dan gereja berdiri berdampingan, masing-masing pemeluk agama bebas beribadah sesuai dengan ajaran masing-masing. Bahkan sebagian tanah gereja dihibahkan kepada pengurus masjid untuk perluasan pembangunan masjid ini luar biasa dan contoh toleransi yang bagus,’’ ungkapnya.

Sementara, Hamid Syarif menjelaskan dibutuhkan pemahaman moderasi beragama yang dalam. Bahkan, di sekolah-sekolah perlu diajarkan moderasi beragama untuk para siswa.

‘’Berharap moderasi beragama ini masuk kurikulum sekolah atau madrasah. Karena sangat penting,’’ ucapnya.

Hamid menyebut, FKUB Jawa Timur sudah menerbitkan buku tentang moderasi beragama. Saat ini, lanjutnya, gerakan moderasi beragama gencar dilakukan dan diselenggarakan secara massif secara nasional. Karena menurut dia, semakin berkembang virus ideologi yang menyebar secara cepat.

‘’Obatnya ya moderasi beragama ini,’’ tandasnya.

Kepada FKUB dia berharap terus mengamati gejala-gejala yang muncul di masyarakat. Salah satu gejala yang muncul, atau kasus yang muncul di permukaan adalah penolakan terhadap salah satu ideologi, penolakan pembangunan rumah ibadah dan lain sebagainya.

‘’Tapi yang paling banyak adalah soal penolakan terhadap pembangunan rumah ibadah. Ini FKUB harus terus mengamati agar tidak muncul konflik,’’ katanya.

Sementara Zainul Hamdi menerangkan, soal moderasi beragama, Kemenag sangat serius. Bahkan saat ini sedang merumuskan modul atau materi untuk pelatihan mengenai moderasi beragama. Salah satu anggota tim penyusun modul adalah dia.

‘’Nanti seluruh ASN Kemenag harus lulus pelatihan moderasi beragama ini,’’ terangnya.

Terkait ekslusivisme dan kekerasan dengan berlatarbelakang agama tidak hanya terjadi di Indonesia. Seluruh negara di dunia mengalama hal tersebut. Hamdi memperlihatkan  data-data dan gambar-gambar aksi proses berlatarbelakang agama dari berbagai negara melalui slide.

‘’Ini data, jadi tidak usah baper. Mayoritas memaksakan pada minoritas banyak terjadi. Kalau di Indonesia karena mayoritas muslim maka yang melakukan muslim. Kalau di eropa yang melalukan Kristen karena di sana mayoritas. Kalau di India yang melakukan Hindu sebagai mayoritas,’’ ungkapnya.

Karena itu, moderasi beragama mutlak harus terus dikembangkan untuk mengikis faham-faham yang merusak toleransi dan keberagaman. Karena narasi-narasi yang membenturkan agama dengan pemerintah, atau kelompok satu dengan kelompok lainnya terus bertebaran.

‘’Ekslusivisme dan kekerasan beragama bukan hanya di Indonesia, tapi seluruh dunia. Di eropa ada gerakan stop islamisasi dan sebagainya. Di belahan dunia lain ada ada pembunuhan orang-orang dari kelompok agama lain,’’ ungkapnya.[ono]

 

Tag : moderasi beragama, toleransi, smeinar nasional, fkub tuban



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 25 May 2022 14:00

    PDKI Terus Kawal Pembangunan Industri di Tuban

    PDKI Terus Kawal Pembangunan Industri di Tuban Tuban merupakan rumah bagi industri besar skala nasional dan multinasional didalamnya. Sepanjang tahun 2020 realisasi penanaman modal asing (PMA) di Tuban mencapai 5,9 triliun rupiah yang menempatkan Tuban sebagai penyokong...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more