Mahasiswa Tuban Lolos Program Kampus Mengajar Kemendikbud

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Mahasiswa Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban kembali menorehkan prestasi dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kali ini mahasiswa Unirow menorehkan Prestasinya dalam Program Kampus Mengajar MBKM.

Program ini merupakan bagian dari program Kampus Merdeka yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan.

Wakil Rektor III Unirow Tuban Suantoko, M.Pd menjelaskan bahwa Progam Kampus Mengajar ini sudah dilaksanakan sebanyak dua kali dan masing-masing angkatan akan dilaksanakan selama satu semester. Beliau juga menjelaskan bahwa Unirow berpartisipasi dalam dua angkatan kampus mengajar tersebut.

“Angkatan pertama terdapat empat mahasiswa dan angkatan kedua kampus mengajar ada 11 mahasiswa yang mendapatkan program ini,” katanya, Rabu (15/9/2021).

Mas Antok sapaan akrabnya menyebutkan bahwa mahasiswa yang mengikuti Program Kampus Mengajar angkatan pertama semuanya dari Prodi Pendidikan Matematika Yaitu Citra Krisna, Diah Shela Andrianti, Firdaus Qoofa Putri Tsania Dan Hidayatun Khasanah.

Sedangkan mahasiswa yang mendapat program mengajar untuk angkatan kedua Halimatus Sadiyah dan Ida Ayu Fitria dari Pendidikan Ekonomi, Siti Tri Puji Rahayu Dari Prodi PPKn, Niken Diah Sasmita dan Salwa Octavia dari Prodi Teknik Informatika, Nana Andriana Puji Ansori dari Prodi Pendidikan Matematika, Sintia Avila Kurniawati dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Sheilla Zulfaiza Arbiyanti Rosyida dan Avivi Nur Aina dari Prodi Pendidikan Biologi, Lailatus Saadah dari Prodi PAUD dan Sri Widiastuti dari Prodi PGSD.

Lebih Lanjut Ulfa Yuliasari selaku Dosen Pembimbing dari Unirow Tuban dalam pelaksanaan program ini menjelaskan bahwa program ini ditujukan untuk sekolah 3T atau sekolah akreditasi C untuk membantu kualitas pendidikan yang berimbas pada mahasiswa juga selaku pengabdi disana untuk menanamkan empati hingga kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitarnya terutama dalam aspek pendidikan. Selain itu, kegiatan itu juga mengasah keterampilan mahasiswa dalam berpikir maupun bekerja.

“Mahasiswa dari berbagai jurusan dalam program ini membantu guru untuk mengajar siswa, adaptasi teknologi, penguatan pembelajaran literasi dan numerasi serta membantu administrasi sekolah,” ungkap Dosen Bahasa Inggris tersebut.

Dosen yang dikenal murah senyum oleh mahasiswa tersebut juga menjelaskan bahwa Dosen Pembimbing ini akan bertanggungjawab dalam mengarahkan mahasiswa dan melakukan komunikasi dengan pihak terkait. Seperti komunikasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, komunikasi dengan sekolah yang dituju (SD), memberikan bimbingan laporan awal, respon logbook harian mahasiswa, respon laporan mingguan mahasiswa, respon sharing session keluh kesah mahasiswa, persetujuan laporan akhir, dan melakukan tahap penilaian.

“Selain itu hal yang tak kalah penting adalah memberikan semangat kepada mahasiswa agar tidak menyerah dan dapat mengemban tugas yang sudah diamanahkan,” pungkasnya. [ali/sas]