08:00 . Dampak PPKM Darurat, Penjual Sayur Keluhkan Sepi Pembeli   |   07:00 . Inilah Manfaat Minum Air Putih setelah Bangun Tidur   |   17:00 . Pemkab Tuban Bakal Evaluasi Bansos Lebih Tepat Sasaran   |   16:00 . Jembatan Glendeng Masih Proses Anggaran Lagi?   |   15:00 . Bakpao Buatan Napi Lapas Menggugah Selera   |   14:00 . Tak Terdampak Covid-19, Anak-anak Alihkan BST ke Warga Kurang Mampu   |   07:00 . Awas, Ini Lima Risiko Penyakit Jika Pakai Lipstik Setiap Hari   |   17:00 . Curi Motor di Tuban, Dua Penadah Asal Banyuwangi Dibekuk Polisi   |   16:00 . Tumpukan Ban Bekas Terbakar, Nyaris Merembet ke Bengkel   |   15:00 . Predikat KLA Tuban Naik Jadi Tingkat Madya   |   12:00 . Banyak Warga Miskin Tak Dapat Bansos   |   08:00 . Bigini Landskap Media Digital di Indonesia Versi AMSI   |   07:00 . Lebih Baik Minum Air Panas saat Cuaca Panas, Ini Sebabnya!   |   18:00 . Gandeng Mahasiswa, Kapolres Tuban Bagikan Bansos Kepada Warga Terdampak Covid-19   |   17:00 . Warga Merakurak Meninggal Usai Pesta Miras di Jenu   |  
Sun, 01 August 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Ternyata Banyak Insinyur yang Belum Teregistrasi sesuai UU

bloktuban.com | Saturday, 19 June 2021 08:00

Ternyata Banyak Insinyur yang Belum Teregistrasi sesuai UU

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com – Menurut Undang- undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang keinsinyuran, setiap insinyur yang memiliki aktifitas keinsinyuran harus memiliki surat ijin berupa Surat Registrasi Insinyur (SRI).

Namun, saat ini masih banyak insinyur yang belum punya SRI tersebut. Sehingga, para insinyur tersebut harus mengurus atau mengantongi SRI kalau ingin beraktifitas keinsinyuran. 

Hal itu terungkap dalam musyawarah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Tuban dan sosialisasi UU nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran tersebut. 

"Masih banyak yang belum memiliki SRI, yang merupakan suatu kewajiban. Berbekal hal tersebut, maka akan dibentuknya PII Cabang Tuban yang akan menjadi wadah untuk para insinyur di Kabupaten Tuban dalam menjalankan profesinya," ujar Ketua panitia kegiatan Krisna Trisnajaya.

Menurut Krisna, terbentuknya kepengurusan PII didasari oleh banyak industri besar di Kabupaten Tuban yang pekerjanya insinyur atau saat ini sarjana teknik yang melakukan kegiatan keinsinyuran. 

Acara yang digelar di ruang rapat lantai 2 setda Tuban itu, sosialisasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 disampaikan oleh Dr. Ir. Guntur Prihantono MT. MH.

Bupati Tuban dua periode Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si yang hadir dalam acara itu justru berbagi pengalaman dengan peserta. Dia menyebut PII adalah organisasi pertama yang dia ikuti setelah kembali ke Tuban pada sekitar tahun 1997 an.

‘’ PII adalah organisasi pertama yang saya ikuti setelah kembali ke Tuban,’’ ujar wabup.

Menurut mantan Ketua PC NU Tuban itu, PII sangat dibutuhkan untuk mengakomodir kebutuhan para insinyur. Atau saat ini disebut sarjana teknik yang melakukan aktifitas keinsinyuran di Kabupaten Tuban.

‘’Karena PII sebagai wadah pengikat silaturahmi dan perlindungan hukum," tuturnya

Menurut wabup, hal tersebut penting, sebab seperti organisasi profesi lainnya, para anggotanya juga membutuhkan bantuan hukum jika mengalami masalah yang berhubungan dengan aktifitas keprofesiannya.

"Apa lagi, saat ini banyak perusahaan berdiri di Tuban yang mempekerjakan insinyur. Untuk itu, musyawarah cabang dan sosialisasi Undang- undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, penting dilaksanakan di Kabupaten Tuban," ungkapnya.

Wabup berpesan, musyawarah yang digelar diharapkan dapat melahirkan program kerja dan mereorganisasi juga mengaktifkan kembali PII di Kabupaten Tuban.  

Nampak hadir dalam acara tersebut Sekda Budi Wiyana, serta Ketua PII Jawa Timur Mohammad Bisri.[ali/ono]

 

 

Tag : insinyur, pmii tuban

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat