20:00 . Wamendag: Revitalisasi Pasar Rakyat Perkuat Pemulihan Ekonomi Nasional   |   19:00 . Merantau di Tuban, Residivis Asal Jepara Ini Nekat Gondol Motor Temannya   |   18:00 . Peduli Korban Semeru, Pelajar Tuban Salat Gaib dan Galang Dana   |   15:00 . Overkapasitas, Lagi-lagi Lapas Tuban Terima Pindahan 20 Napi Narkoba   |   14:00 . Suhada Erwin Resmi Jabat Dandim 0811 Tuban   |   13:00 . 7 Kali Dipenjara, Warga Merakurak Lagi-lagi Gasak Handphone Tetangga   |   12:00 . Lepas Sambut Dandim 0811 Tuban, Bupati Halindra Ungkap Kenangan Manis Bersama Viliala Romadhon   |   07:00 . 2 Kesalahan Pola Asuh yang Sering Dilakukan Orangtua Zaman Now   |   20:00 . Pemkab, Salurkan Bantuan untuk Korban Gunung Semeru   |   19:00 . Jadi Percontohan Vaksin di Tingkat Kabupaten, Ini Kunci Kesuksesan Glodog   |   18:00 . Mendag: Sukses Beradaptasi, Bisnis Waralaba Jadi Tuan di Negeri Sendiri   |   15:00 . Babak Pertama, Persatu Tertinggal 1-0 dari Persewangi   |   14:00 . Momen HDI, Bupati Tuban Halindra Kabarkan Perkembangan Raperda Difabel   |   13:00 . PPKM Level 3 se-Indonesia Batal, Disiplin Prokes di Pasar Tradisional Tuban Digalakkan Lagi   |   12:00 . Masyarakat Tuban Mulai Antusias dan Tak Takut Ikut Vaksin   |  
Thu, 09 December 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

LPA Tuban : Tiga Anak Korban Eksploitasi Masih Sekolah

bloktuban.com | Thursday, 03 June 2021 09:00

LPA Tuban : Tiga Anak Korban Eksploitasi Masih Sekolah

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Tuban menyatakan bahwa tiga anak pencari sumbangan dengan membawa kotak amal musala di jalan protokol Kecamatan Kota merupakan korban eksploitasi.

Temuan ini menjadi yang pertama bagi LPA di Bumi Wali, setelah giat penertiban dan pembinaan bersama Dinas Sosial P3A, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Polri dan TNI pada Rabu (2/6/2021) sore.

Kepada blokTuban.com, Sekretaris LPA Tuban, Slamet Efendi butuh waktu dan keuletan saat proses asesment kepada dua anak laki-laki dan satu anak perempuan di gedung RPS Dinas Sosial P3A Tuban. Mereka seolah-olah sudah disetting saat ditanya, dan kerap memberikan data ambigu dan bohong.

"Awalnya ketiganya bilang inisiatif sendiri, tapi setelah didalami mereka mengaku ada yang menyuruh. Ketiga anak ini menjadi bagian dari 15 anak pencari sumbangan modus kotak amal yang sering keliling di wilayah Kota," kata Slamet melalui sambungan telelponnya, Kamis (3/6/2021).

Praktik mempekerjakan anak di bawah umur dan masih sekolah di salah satu MTs dan SMA di Tuban tersebut, berdasarkan pengakuan korban sudah berjalan selama dua tahun. Sistemnya bagi hasil 50:50, misalnya dalam sehari mendapat Rp200 ribu, maka Rp100 ribu diberikan kepada pelaku eksploitasi dan sisanya untuk korban.

Iming-iming tersebut diduga membuat anak-anak tergiur, karena dapat dipakai untuk uang jajan. Nahasnya, praktik tersebut diketahui wali atau orang tua dari ketiga anak tersebut yang juga dipanggil untuk menjemput korban sekaligus melakukan pembinaan di rumah.

"Pesan kami kepada orang tua atau wali korban untuk memastikan anak-anak tersebut tidak lagi meminta sumbangan kotak amal. Praktik itu adalah eksploitasi anak dan melanggar UU," sambung pria asal Plumpang.

Selain orang tua, terduga pelaku eksploitasi anak berinisial T juga dipanggil. Mereka baik orang tua dan T kemudian diminta untuk membuat surat pernyataan untuk tidak melanjutkan eksploitasi anak. Bila dikemudian hari ditemukan praktik serupa, maka LPA tak segan melimpahkan kasus ini ke penegak hukum.

"Kali ini kita masih pembinaan dan kita peringatkan untuk tidak mengulangi lagi. Untuk uang yang ada di dalam kotak amal kemudian diberikan ke korban, sedangkan kotak amal masih disita LPA dan tidak dikembalikan ke T. Karena jika dikembalikan sama halnya mendukung dan melegalkan eksploitasi anak bermodus kotak amal," pungkasnya. [ali/ono]

 

Tag : eksploitasianak, tuban, kotakamal



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more