Operasi Zebra Semeru, Sat Lantas Polres Tuban Bagikan Sembako ke Fakir Miskin

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Petugas Satlantas Polres Tuban mulai hari Kamis (29/10/2020) pagi tidak nampak di beberapa ruas jalan untuk menggelar Operasi Zebra Semeru 2020. Ada perubahan sasaran operasi dari semula menilang pelanggar hingga memberi apresiasi ke pengendara yang tertib, sekarang kegiatan dialihkan ke bakti sosial (baksos).

Baksos petugas Satlantas pertama kali di Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu. Ada lima keluarga fakir miskin yang diberi paket Sembako dan nasi kotak. Bantuan ini diharapkan memulihkan ekonomi warga yang benar-benar membutuhkan di tengah pandemi Covid-19.

"Kami utamakan para keluarga fakir miskin yang membutuhkan," ucap Kasatlantas Polres Tuban, AKP terang AKP Argo Budi Sarwono, Jumat (30/10/2020).

Bagi-bagi paket Sembako ini berjalan dari pintu ke pintu warga di Kecamatan Jenu. Blusukan menyusuri gang-gang sempit, dibantu oleh Pemerintah Desa setempat dan Muspika Jenu.

Sistem door to door dilakukan, Kasatlantas ingin memastikan sendiri bahwa kondisi keluarga penerima bantuan memang layak untuk dibantu. Setelah menerima sembako, para penerima tercerminkan situasi kebahagiaan.

"Semoga bantuan ini bermanfaat dan operasi zebra semeru 2020 Sat Lantas Polres Tuban berjalan dengan maksimal," imbuhnya.

Operasi zebra semeru sendiri dimulai sejak 26 Oktober 2020 sampai dengan 14 hari ke depan. Pembagian sembako seperti di Kecamatan Jenu akan dilakukan kontinu di wilayah kecamatan lainnya.

Bentuk kegiatannya juga akan bervariasi, menyesuaikan lokasi dan merata. Selain diniatkan ibadah, pemberian bantuan juga sebagai wujud peduli kepada sesama.

Perubahan sasaran operasi zebra semeru merupakan intruksi pimpinan. Semula dilaksanakan di jalan utama, kemudian dialaihkan ke lebih simpatik condong arah sosial membantu warga di saat pandemi yang belum berakhir.

Dasini salah satu penerima paket Sembako bersyukur kepada Sat Lantas Polres Tuban atas kepeduliannya terhadap keluarganya. Ibu Dasini memiliki putra yang sejak lahir tidak bisa berbicara.

"Sekarang anak saya yang kelima (terakhir) berumur 28 tahun dan sejak lahir sudah tidak bisa bicara," sambung Dasini yang mengaku mempunyai lima orang anak.

Di lokasi, Kasi Kesra Desa Jenggolo, Moh. Syarofi'i mengapresiasi petugas yang mengalihkan sasaran. Adapun keluarga yang menerima secara ekonomi sangat membutuhkan.

"Dari lima keluarga ada yang tuna netra, tuna wisma hingga lumpuh," pungkasnya. [ali/ito]