19:00 . Keluarga Besar BMG Tahlil dan Doa Secara Virtual untuk Almarhum Mas Muha   |   18:00 . Menikah Saat PPKM, Kemenag Gratiskan Biaya Swab Catin   |   17:00 . Pemilik Warung Wrong Way Divonis 5 Bulan Penjara   |   15:00 . DPRD Temukan KPM Tak Bisa Cairkan Bansos hingga Sembako Numpuk di Agen   |   14:00 . Baksos dan Jam Malam Berjalan Beriringan di Tengah Pandemi   |   13:00 . Begini Cerita Pilu KPM Asal Plumpang Tidak Menerima BPNT 7 Bulan   |   08:00 . Mas Muha: ‘Petarung Tangguh’ Kembali ke PenciptaNya   |   07:00 . Cuaca Panas Bisa Bikin Lelah Ibu Hamil, Simak Tips Berikut   |   20:00 . AMSI Crisis Center, Wadah Edukasi dan Bantuan Konsultasi Covid-19 Diluncurkan   |   19:00 . Farida Hidayati Bagi Sembako dan Vitamin pada Warga   |   18:00 . Polisi Dalami Temuan Mensos Terkait Penyaluran BPNT di Tuban   |   14:00 . Kapolres dan Dandim Tuban Berangkatkan Tim Relawan Tracer Corona   |   11:00 . Dari Hobi Baca, Wijayanto Punya Usaha Brand Kaos Lokal   |   07:00 . Tips Mengendalikan Emosi dari Psikolog: Jeda dan Atur Napas   |   18:00 . 51 Ton Bantuan Beras Didistribusikan, Kapolres: Harus Tepat Sasaran   |  
Thu, 29 July 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Gresik Akui Desa di Tuban Lebih Cepat dan Stabil

bloktuban.com | Saturday, 10 October 2020 13:00

Gresik Akui Desa di Tuban Lebih Cepat dan Stabil

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Pemerintah Kabupaten Gresik telah melakukan pengamatan terhadap 311 desa di Kabupaten Tuban sejak 2017. Hasil dari pengamatan tersebut, perkembangan desa di Bumi Wali lebih cepat dan stabil.

Hal itu diungkap Kepala Bidang Pemberdayaan Desa Kabupaten Gresik, Nurul Muhid saat studi tiru perihal digitalisasi desa di Kabupaten Tuban pekan ini.

"Melihat beberapa wisata desa di wilayah Kabupaten Gresik yang masih berkembang, keberhasilan Pemkab Tuban ini mendongkrak keinginan Pemkab Gresik untuk mau belajar terkait digitalisasi desa dengan memaksimalkan penggunaan internet," ucap Nurul Muhid, Sabtu (10/10/2020).

Dia berharap agar Pemkab Tuban tidak segan apabila ada kunjungan studi banding selanjutnya dari Kabupaten Gresik. Semoga di Gresik bisa diterapkan digitalisasi desa dan berjalan lancar seperti daerah lainnya.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Tuban, Sunarto dalam sambutannya menyampaikan gagasan internet dengan menggunakan fiber optic merupakan suatu upaya penyediaan data yang update, valid, dan akuntabel.

Langkah tersebut berpedoman pada Peraturan Presiden No 95 Tahun 2018 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Akses melalui sistem aplikasi tidak lepas dari infrastruktur jaringan data yang stabil. Karenanya diperlukan media akses jaringan internet sebagai komunikasi data.

“Tujuannya, kemampuan mengakses data dari 20 kecamatan atau 311 desa di Kabupaten Tuban secara optimal,” sambungnya.

Terkait program Pemkab Tuban untuk mensinergikan kebijakan antara pemerintah daerah dengan desa melalui aplikasi, Sunarto berharap agar dinas terkait terus meningkatkan kemampuannya dan memperkuat koordinasi antar lini.

“Harus ada perbaikan-perbaikan dan mencari tahu informasi tentang aplikasi-aplikasi apa saja di Pemkab lain yang belum ada di Kabupaten Tuban,” tutupnya. [ali/ito]

Tag : pemkab, tuban, gresik

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat