19:00 . Keluarga Besar BMG Tahlil dan Doa Secara Virtual untuk Almarhum Mas Muha   |   18:00 . Menikah Saat PPKM, Kemenag Gratiskan Biaya Swab Catin   |   17:00 . Pemilik Warung Wrong Way Divonis 5 Bulan Penjara   |   15:00 . DPRD Temukan KPM Tak Bisa Cairkan Bansos hingga Sembako Numpuk di Agen   |   14:00 . Baksos dan Jam Malam Berjalan Beriringan di Tengah Pandemi   |   13:00 . Begini Cerita Pilu KPM Asal Plumpang Tidak Menerima BPNT 7 Bulan   |   08:00 . Mas Muha: ‘Petarung Tangguh’ Kembali ke PenciptaNya   |   07:00 . Cuaca Panas Bisa Bikin Lelah Ibu Hamil, Simak Tips Berikut   |   20:00 . AMSI Crisis Center, Wadah Edukasi dan Bantuan Konsultasi Covid-19 Diluncurkan   |   19:00 . Farida Hidayati Bagi Sembako dan Vitamin pada Warga   |   18:00 . Polisi Dalami Temuan Mensos Terkait Penyaluran BPNT di Tuban   |   14:00 . Kapolres dan Dandim Tuban Berangkatkan Tim Relawan Tracer Corona   |   11:00 . Dari Hobi Baca, Wijayanto Punya Usaha Brand Kaos Lokal   |   07:00 . Tips Mengendalikan Emosi dari Psikolog: Jeda dan Atur Napas   |   18:00 . 51 Ton Bantuan Beras Didistribusikan, Kapolres: Harus Tepat Sasaran   |  
Thu, 29 July 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Kemarau Ancam Kelangsungan Hidup Tanaman Kebun Belimbing dan Jambu

bloktuban.com | Sunday, 10 November 2019 08:00

Kemarau Ancam Kelangsungan Hidup Tanaman Kebun Belimbing dan Jambu

 

Reporter: M. Anang Febri 

blokTuban.com - Meski di beberapa wilayah sudah memasuki musim penghujan, namun Desa Glagahsari, Kecamatan Soko, Tuban masih dilanda kekeringan. Akibat kekeringan ini pula para pekebun buah belimbing dan jambu mengeluh tanamannya tumbuh tak maksimal.

Hektaran tanaman pohon belimbing dan jambu, terancam mati sebab suplai air tak kunjung terpenuhi dengan baik seperti hari biasanya.

Lebih dari itu, kekurangan air di wilayah desa dekat bantaran Sungai Bengawan Solo itu juga menyebabkan tanaman tak lagi produktif. Imbasnya, warga pekebun dibuat repot oleh keadaan ini.

"Sudah lama warga sini nggak panen. Ya belimbing, ya jambu. Sejak habis Lebaran Idul Fitri kemarin," kata Jumirah, salah satu warga yang juga pekebun belimbing di Negeri Atas Air, sebutan lain wilayah kebun Desa Glagahsari, Sabtu (9/11/2019).

Kendati tak bisa memanen, sambungnya, akan tetapi perawatan tanaman masih banyak dilakukan oleh warga dan pekebun buah belimbing dan jambu di sana. Caranya, dengan memasok air dari sungai bengawan untuk dinaikkan ke kebun, menyirami tanaman-tanam pohon milik warga.

Dalam proses pengiriman kebun tersebut, dibutuhkan waktu variatif. Air dari sungai didistribusikan menggunakan mesin diesel selama 4 hingga 5 jam sekali siram.

"Per 1 jam kita bayar 25 ribu. Lamanya gak pasti juga, kemarin saya nyiram 5 setengah jam. Bayarnya ya tinggal mengalikan saja," tandasnya.

Hal senada juga dipaparkan oleh Yanto. Dalam kurun waktu kemarau tahun ini, setidaknya dua minggu sekali ia menyiram kebun-kebun belimbing miliknya secara rutin. Meski pengeluaran biaya terus mengalir, namun tak begitu dirisaukan olehnya.

"Sudah banyak pohon yang kering. Kalau pohonnya mati lebih susah lagi kita, mendingan disiram secara berkala saja biar gak layu dan mati," tukasnya. [feb/lis]

Tag : Belimbing, kemarau

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat