07:00 . 2 Kesalahan Pola Asuh yang Sering Dilakukan Orangtua Zaman Now   |   20:00 . Pemkab, Salurkan Bantuan untuk Korban Gunung Semeru   |   19:00 . Jadi Percontohan Vaksin di Tingkat Kabupaten, Ini Kunci Kesuksesan Glodog   |   18:00 . Mendag: Sukses Beradaptasi, Bisnis Waralaba Jadi Tuan di Negeri Sendiri   |   15:00 . Babak Pertama, Persatu Tertinggal 1-0 dari Persewangi   |   14:00 . Momen HDI, Bupati Tuban Halindra Kabarkan Perkembangan Raperda Difabel   |   13:00 . PPKM Level 3 se-Indonesia Batal, Disiplin Prokes di Pasar Tradisional Tuban Digalakkan Lagi   |   12:00 . Masyarakat Tuban Mulai Antusias dan Tak Takut Ikut Vaksin   |   10:00 . TPPI Latih Pelaku UMKM Tuban Pemasaran dan Pengelolaan Keuangan   |   09:00 . Lima Inovator SIG Pabrik Tuban Juara Pertama Award on Innvation 2021   |   08:00 . 100 Perempuan Pelaku Usaha Kuliner dan Kreatif Tuban Berdaya Selama Pandemi Covid-19   |   07:00 . Jangan Dimarahi, Ini 5 Tips Membentuk Kepribadian Anak yang Disiplin   |   21:00 . Satpol PP Peringatkan PKL yang Sengaja Tinggalkan Gerobaknya di Trotoar   |   20:00 . Selama Pandemi Data Pemilih Tuban Bertambah Menjadi 942.644 Orang   |   19:00 . Tidak Perlu Takut, TB Bisa Sembuh dengan Rutin Minum Obat Selama 6 Bulan   |  
Wed, 08 December 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

5 Kecamatan di Tuban Kehilangan Air Lebih Cepat Kemarau Ini

bloktuban.com | Sunday, 09 June 2019 11:00

5 Kecamatan di Tuban Kehilangan Air Lebih Cepat Kemarau Ini

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Mengacu musim kemarau yang terjadi di Kabupaten Tuban pada Tahun 2018, bahwa ada beberapa wilayah di Kabupaten Tuban yang mengalami penurunan debit sumber air diantaranya adalah Kecamatan Senori, Kecamatan Bangilan, Kecamatan Parengan Kecamatan Grabagan dan Kecamatan Semanding.

Di tahun 2018 ada 23 titik sumber air yang di bor oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman PRKP. Diantaranya lokasi yang berhasil Desa Sandingrowo, Desa Bangunrejo, Desa Simo Kecamatan Soko, Desa Karangrejo, Desa Kayen, Desa Banjarejo, Desa Margosuko, Desa Tenggerkulon Kecamatan Bancar, Desa Saringembat Kecamatan Singgahan.

Lainnya Desa Nguluhan Kecamatan Montong, Desa Margorejo Kecamatan Kerek, Desa Dagangan Kecamatan Parengan, Desa Bulumeduro Kecamatan Bancar, Desa Kedungharjo Kecamatan Widang, Desa Genaharjo Kecamatan Semanding, Desa Sambongrejo Kecamatan Semanding, dan Desa Ngampelrejo Kecamatan Bancar.

Kepala Dinas PRKP Tuban, Darmaji menjelaskan adapun lokasi yang tidak berhasil yakni Desa Bektiharjo Kecamatan Semanding, Desa Tuwiri Kulon Kecamatan Merakurak, Desa Jetak, Desa Bringin, Desa Tanggulangin Kecamatan Montong, dan Desa Jadi Kecamatan Semanding.

"Kekeringan yang dimaksud adalah suatu Dusun atau RT/RW yang pada waktu musim kemarau terdampak kekeringan, maka untuk menangani hal tersebut akan dilakukan koordinasi dengan pihak HIPPAM yang ada di Desa tersebut maupun Desa lain dalam satu Kecamatan untuk melayani Dusun atau RT/RW yang terdampak kekurangan air bersih," kata Darmaji kepada blokTuban.com dalam keterangan tertulisnya.

Untuk Tahun 2019 ada dua titik pengeboran, rencana di Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2019 ada lima titik Pengeboran.

"Target debit 2 ltr/dtk untuk dapat memenuhi kebutuhan sekitar 7000 Jiwa yaitu 1.400 KK," terangnya.

Sebagai catatan, Bulan April 2019 lalu Badan Meteorologi Klimatologi dan Gofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Tuban telah mengumumkan bahwa wilayah Bumi Wali telah memasuki musim kemarau. Sedikitnya ada empat fakta menarik yang harus disimak oleh masyarakat seputar musim kemarau tahun ini.

Kepala Stasiun Meteorologi Tuban, Desindra Deddy Kurniawan menjelaskan, prakiraan musim kemarau di Tuban dibuat oleh Stasiun Klimatologi Kelas II Malang. Laporan prakiraan sudah disampaikan ke Bupati Tuban, dan tiga intansi lain meliputi BPBD, Dinas Pertanian, dan Dinas PUPR Tuban.

“Empat fakta menarik yang dimaksud yaitu, sebagian besar wilayah Kabupaten Tuban sudah mulai memasuki musim kemarau tahun 2019 pada bulan April 2019 dasarian III," terang Densidra.

Berdasarkan peta prakiraan curah hujan yang dikeluarkan oleh Stasiun Klimatologi Malang, akumulasi curah hujan musim kemarau tahun 209 berkisar antar 401-500 mm dengan sifat hujan normal.

Pada periode masa transisi dari musim penghujan ke musim kemarau perlu diwaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrim. Seperti hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang sesaat.

"Sedangkan pada puncak musim kemarau tahun ini terjadi pada bulan Agustus-September. Perlu diwaspadai terjadinya bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan," tutupnya. [ali/rom]

Tag : kemarau, kekeringan, air



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more