15:00 . Sidang Ketiga Dugaan Pelanggaran Administrasi PPS Tuban, Pelapor Bawa Seorang Saksi   |   14:00 . Gunung Api Karangetang Sulawesi Utara Berstatus Siaga   |   13:00 . Presiden Jokowi Ingatkan Tantangan Pers Hadapi Banjir Media Sosial   |   12:00 . Tempati Lahan KAI, 97 Bangunan di Surabaya Dibongkar   |   10:00 . Kumpulan Resep Membuat Telur Pindang, Sekali Buat Bisa Untuk Beberapa Hari   |   09:00 . Emas Antam Kembali Naik Rp.5000 Hari ini 9 Februari 2023, Full Stock!   |   08:00 . Tata Cara dan Kapan Bersiwak Seperti yang Dilakukan Rasulullah SAW   |   07:00 . Lirik Lagu Stasiun Balapan - Cover Denny Caknan, Kuto Solo Sing Dadi Kenangan   |   21:00 . Kepepet Kebutuhan Sehari-hari, Purnawirawan Polisi di Tuban Nekat Mencuri Motor   |   20:00 . Bawaslu Tuban Bacakan Hasil Sidang Kedua Dugaan Pelanggaran Rekrutmen Anggota PPS Montong   |   19:00 . Keren, Anak Muda di Tuban Buat Suplemen Penambah Nafsu Makan Hewan   |   18:00 . Eks Karyawan Hotel Purnama Tak Terima Pesangon, Disnakerin Tuban Sarankan ke Jalur Hukum   |   17:00 . Mahasiswa KKN Unang Tuban Dampingi UMKM Panyuran Terbitkan NIB   |   16:00 . Pasokan Berkurang, Harga Cabai Rawit di Tuban Tembus Rp70 Ribu Per Kilogram   |   15:00 . Dihuni 250 Penduduk, Ini Kondisi Dusun Terluar di Tuban   |  
Thu, 09 February 2023
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Joko Sulistiyanto : ‘’ Kami Ingin Membuktikan’’

bloktuban.com | Tuesday, 23 April 2019 09:00

Joko Sulistiyanto : ‘’ Kami Ingin Membuktikan’’

Reporter: Sri Wiyono

blokTuban.com – Ada yang ingin dibuktikan oleh Senior Vice President (SVP) of Production Semen Indonesia, Joko Sulistiyanto tentang pisang Cavendish. Karena itu, bibit  tanaman tersebut di tanam di lahan pascatambang di pabrik Tuban.

‘’Karena informasinya, pisang jenis ini bisa 8-9 bulan panen. Kami ingin membuktikan itu,’’ ujar Joko Sulistiyanto.

Dia mengatakan, lahan bekas tambang yang ada di pabrik Tuban sekitar 100 hektar. Lahan itu, sebagian sudah dikelola petani di sekitar lahan. Para petani itu berhimpun dalam Petani Greenblet atau Sabuk Hijau.

Mereka adalah petani yang menggarap lahan bekas tambang itu menjadi lahan yang produktif. Tanaman pisang Cavendish nanti juga akan dikelola oleh para petani tersebut. Perusahaan hanya memantau dan mendampingi agar pengelolaan sesuai.

‘’Hasilnya nanti juga petani yang menikmati,’’ tambah pria berjenggot itu.

Joko yang didampingi Manajer Bina Lingkungan Semen Indonesia Siswanto menambahkan, selain pisang juga akan ditanam pohon Alphukat. Juga ada pengembangan kolam pancing di lahan bekas tambang yang sudah berubah menjadi danau-danau yang tabur ikan.

‘’Kami berharap ke depan untuk penilaian proper, cukup denga melihat kawasan ini,’’ harap dia.

Lahan tersebut, akan menjadi lahan percontohan. Sebab, perusahaan akan mendampingi, membina dan mendatangkan pelatih berkompeten untuk pengelolaan dan pengembangan tanaman.

Pada tanaman pisang Cavendish misalnya, didatangkan ahli dan praktisi tanaman langsung dari Kediri, Jawa Timur. Praktisi ini akan mengajari cara tanam, merawat dan lain sebagainya.

‘’Perusahaan benar-benar memerhatikan pengelolaannya. Kalau berhasil bisa dikembangkan ke lahan-lahan yang lain,’’ tandasnya.

Satu Hektar Minimal Hasilkan Rp 150 Juta

Kenapa haru pisang Cavendish? Itu yang menjadi pertanyaan para petani yang akan mengelola lahan bekas tambang itu. Semua pertanyaan itu terjawab saat Susanto, petani dan praktisi pengembangan pisag Cavendish asal Kediri angkat bicara.

Susantolah pendamping yang akan mengajari para petani menanam dan memelihara tanaman pisang sampai berbuah dan panen. 

‘’Pisang Cavendish 8-9 bulan sudah panen. Kalau pisang lokal satu setengah tahun baru bisa dipanen,’’ ujar Susanto.

Pisang Cavendish adalah pisang jenis premium yang dijual di tempat-tempat tertentu. Misalnya di plaza, mall-mall, took-toko besar, swayalan dan sebagainya.

‘’Pisang ini tak bisa ditemui di pasar-pasar tradisional,’’ terangnya.

Karena itu, pisang yang sering disebut pisang Ambon Putih ini harganya juga mahal. Sehingga penghasilan petani juga banyak. Dia mencontohkan, untuk lahan satu hektar sudah bisa menghasilkan lebih dari Rp 100 juta.

Perhitungannya, lahan satu hektar ditanami 2.000 pohon. Saat panen, satu pohon menghasilkan satu tandan. Harga satu tandan paling rendah Rp 75 ribu. Sehingga dikalikan jumlah pohon sudah menghasilkan Rp 150 juta.

‘’Ini jauh lebih untung dari menanam tebu yang satu hektar menghasilkan sekitar Rp 50 juta,’’ ungkap dia.

Susanto berharap, para petani juga serius dan benar-benar mengelola lahan dengan baik. Dia siap untuk terus mendampingi dan melatih petani.

‘’Saya akan tinggal di sini untuk berbagi pengalaman,’’ tandasnya.[ono]

 

Tag : tanaman, pisang, pisangcavendish, semenindonesia



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 07 February 2023 10:00

    Membangun Kesejahteraan dan Ekonomi Masyarakat

    Membangun Kesejahteraan dan Ekonomi Masyarakat Manusia merupakan makhluk sebagai pelaku utama di dalam yang namanya lingkungan, dimana manusia tidak lepas dari kebutuhan untuk hidup dan tergantung dari kondisi lingkungan tempat dimana ia berada....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat