Pesan Yahya Santri Jombang Sebelum Hilang di Laut

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Hilangnya Yahya (18) pemuda Desa Keradenan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban yang ikut melaut pamannya Surip (30) pada Kamis (18/4/2019) menyisakan duka dan tangis bagi keluarga. Sebelum berangkat melaut, santri di Ponpes Jombang tersebut menyampaikan pesan terakhirnya ke keluarga dan tetangga dekatnya. 

Ayah Yahya bernama Sali tak bisa menahan tangis. Di teras rumahnya dia meringkuk meratapi nasib anaknya yang hendak lulus SMA. Sali sudah tak bisa berucap banyak. 

"Saya ajak melaut nggak mau. Tapi maunya ikut pamannya," ucap Sali kepada blokTuban.com. 

Pesan Yahya sebelum berangkat melaut, yakni ingin mengumpulkan uang untuk membeli kado buat temannya yang mau menikah. Daripada menganggur di rumah dan merepotkan keluarga, lebih baik melaut.

Selain itu, tangis haru pecah di dalam rumah korban. Ibu dan Nenek Yahya menangis sejadi-jadinya, dan berdoa ada nelayan yang menyelamatkan cucunya. 

Cerita tetangga korban, Yahya merupakan santri yang rajin. Setiap kali pulang pasti ikut melaut, dan jarang merepotkan keluarga. Selain ingin memberikan kado temannya, kepulangan korban kali ini juga karena coblosan Pemilu 2019. 

Pantauan di lokasi, sekitar pukul 13.45 WIB tim SAR BPBD Tuban tiba di lokasi. Disaat yang sama terjadi hujan lebat, dan setelah reda tim langsung bergegas menurunkan perahu karet dan melakukan pencarian. [ali/lis]