20:00 . Air Laut dari Pantai Semilir, Bisa Obati Penyakit Kulit?   |   19:00 . Twin Cafe, Pilihan Tempat Nongkrong yang Asyik Bareng Teman   |   18:00 . Uniknya Battle Latte Art, Seni Menghias Kopi dalam Acara Ningrat Market Fest   |   17:00 . IKA PMII Tuban Gelar Raker, Berikut Program Prioritasnya   |   16:00 . Polsek Widang Larang Masyarakat Pasang Perangkap Tikus Listrik   |   15:00 . Ini Perbandingkan Jumlah Jabatan Kosong SOTK Lama dan Baru di Tuban   |   14:00 . Kadinkes Belum Tahu Jumlah Warga Tuban Penerima Vaksin Booster Covid-19   |   13:00 . DPRD Kecewa, Pemkab Telat Beri Data Rapor Kinerja ASN Non Job   |   12:00 . Konsisten Selama Lima Tahun, NFT Foto Selfie Ghozali Terjual Hingga Miliaran   |   10:00 . Berikut Cara Agar Tanaman Hidroponik Tumbuh Subur   |   07:00 . Hubungan Toksik dan Ciri-Cirinya   |   12:00 . Cicipi Lezatnya Olahan Becek Mentok Pedas Khas Tuban Yang Getarkan Lidah   |   11:00 . Musim Hujan Jadi Tantangan Utama Pengrajin Gerabah Tuban   |   10:00 . Tingkatkan Kapasitas SDM, IAINU Tuban Gelar Bimtek Pengelolaan Kampus   |   09:00 . Sit With Emotion, Salah Satu Cara Memanajemen Quarter Life Crisis   |  
Mon, 17 January 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Warga Sukorejo Diduga Loncat dari Jembatan

Genap Seminggu Pencarian, Basarnas Tutup Operasi

bloktuban.com | Friday, 08 February 2019 15:00

Genap Seminggu Pencarian, Basarnas Tutup Operasi

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Sejak kejadian aksi nekat NST yang melompat dari Jembatan Glendeng ke Sungai Bengawan Solo wilayah Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (1/2/2019), proses pencarian korban sampai saat ini terus diupayakan oleh tim SAR.

Segenap potensi SAR, mulai dari Basarnas Surabaya, BPBD Tuban, Tagana, hingga potensi SAR dari Ngawi meliputi SAR Sikatan dan MTA yang ikut serta dalam penyisiran pencarian korban telah menelusuri keberadaan korban.

Hingga dalam prosesnya, tim SAR Sikatan Ngawi dan SAR MTA harus bergegas menuju kota lain guna melakukan misi sosial di wilayahnya, kemudian disusul oleh tim BPBD Tuban yang sejak kemarin Kamis (7/2/2019) resmi menghentikan pencarian. Sedangkan pada pencarian hari terakhir ini, Basarnas sempat melakukan operasi sejenak di Bengawan turut Desa Simo, Kecamatan Soko. Dan siangnya bergegas menuju titik terjauh operasi, di Bengawan Kecamatan Widang.

Soal upaya pencarian, dari awal pembukaan operasi hingga hari ke-7 ini, kesulitan yang ditemui masih tetap sama. Banyak di antaranya ialah soal sampah yang menumpuk, sehingga mau tak mau anggota SAR dipaksa lebih teliti memilah sampah kalau-kalau terdapat korban di antara tumpukan sampah yang terbawa arus air. Selain itu, banyak bangkai hewan yang ikut mengalir di sungai terpanjang di Pulau Jawa itu juga cukup mengganggu penciuman tim. Mereka banyak terjebak antara harapan bau busuk yang terendah ialah dari target operasi, namun hanya bangkai hewan-hewan yang malah terlacak dan diketemukan.

"Karena tidak ada tanda-tanda korban, operasi SAR dinyatakan ditutup," ujar Komandan Tim (Dantim) Basarnas Surabaya, Gian Ery Pramulya saat berada pada titik pencarian korban terakhir ini di wilayah Kecamatan Widang.

basarnas

Mengingat lagi, sesuai aturan SOP perundang-undangan, pencarian korban di lokasi ialah 7 hari setelah kejadian. Namun, bila tak ada satupun tanda-tanda korban ditemukan, tim juga harus taat kepada aturan pusat yang berlaku. Masih kata Dantim, perihal penutupan operasi SAR, dari pihak keluarga korban sudah legowo, merelakan, dan menerima hasil operasi oleh segenap tim gabungan SAR.

"Setiap unsur tim SAR gabungan, dikembalikan ke kesatuan masing-masing," tambahnya Dantim usai menemui pihak keluarga di lokasi pencarian sekitar bantaran wilayah Desa Widang, Kecamatan Widang.

Disamping itu, pihaknya juga berpesan kepada masyarakat yang tinggal dan banyak beraktivitas di wilayah bantaran Bengawan, mulai Kecamatan Soko hingga Kecamatan Widang. Bilamana terdapat informasi akurat yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, tim SAR akan siap sedia dan bergegas untuk menuju lokasi guna melakukan evaluasi terhadap korban.

"Basarnas siap. BBPB juga siap," pungkasnya kepada blokTuban.com menyanggupi kemungkinan lanjut penemuan korban. [feb/rom]

Tag : pencarian korban, tenggelam, bunuh diri, jembatan glendeng, bengawan solo



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more