11:00 . Resep Membuat Keripik Kaca Daun Jeruk   |   10:00 . Membangun Kesejahteraan dan Ekonomi Masyarakat   |   09:00 . Harga Emas Antam Hari ini 7 Februari 2023 Pecahan Terendah di Harga Rp558.500   |   08:00 . Teks Doa Peringati 1 Abad Nu oleh Gus Mus   |   07:00 . Kumpulan Ucapan Harlah NU ke 100 Tahun yang Simpel dan Bermakna   |   06:00 . Lirik dan Chord Lagu Kehilanganmu Berat Bagiku - Kangen Band   |   06:00 . TPPI Perkuat Sinergi Media Tuban untuk Keberlangsungan Operasi Kilang   |   22:00 . Sektor Pertanian Dominasi Lapangan Pekerjaan di Kabupaten Tuban   |   21:00 . Kondisi Sekitar Lokasi Stadion Gelora Delta Sidoarjo Pasca Hujan   |   20:00 . Pemuda di Tuban Nekat Curi Sparepart Alat Berat Pembakaran Gamping Senilai Rp200 Juta   |   19:30 . Cukup Sekali Klik, Ini Link Live Streaming Puncak Resepsi 1 Abad NU   |   19:00 . Banjir Masih Dominasi Bencana di Tuban   |   18:30 . 12 Ribu Banser di Sidoarjo Matangkan Koreografi di Bawah Rintikan Hujan   |   18:00 . Ikuti Cabai, Harga Minyak Curah, Telur hingga Bawang Putih di Tuban Naik   |   17:00 . Anggap Kebebasan Pers Selesai, Presiden akan Keluarkan Perpres Media Sustainability   |  
Tue, 07 February 2023
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Banjir Tahunan Pertanian Logawe, Begini Kata Camat Rengel

bloktuban.com | Tuesday, 29 January 2019 14:00

Banjir Tahunan Pertanian Logawe, Begini Kata Camat Rengel Foto: dok. blokTuban.com

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Banjir tahunan ketika musim penghujan datang pada fase puncak, kerap melanda sebagian besar wilayah pertanian yang ada di Logawe, Desa Sawahan, Kecamatan Rengel, rupanya sudah lama terjadi jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.

Hal tersebut dijelaskan langsung oleh Camat Rengel, Eko Wardhono ketika dimintai pendapat blokTuban.com seputar keadaan banjir tahunan yang banyak melanda lahan pertanian Kecamatan Rengel.

"Sawah di Logawe yang biasanya dilihat dari ketinggian bukit kalau banjir itu, memang daerahnya lahan cekungan," jelasnya mengulas gambaran kebiasaan banjir tahunan.

Lahan di sekitar Logawe Sawahan hingga merata ke wilayah pertanian Maibit, sambungnya, didominasi sebab dua faktor. Faktor tampungan air hujan, serta luberan dari Sungai Bengawan Solo.

Masih kata Camat, sejak zaman kolonial Belanda, keadaan geografis persawahan tersebut memang tak berubah sama sekali, yakni dalam bentuk cekungan, "Air hujan yang tertampung, ditambah luapan Bengawan kalau sedang beras, larinya ya ke situ. Jika air Bengawan sudah turun, baru keluar. Permukaan lahan di sana hampir sama dengan Bengawan," jelasnya lagi.

Namun begitu, kondisi sawah berbentuk cekungan yang sering menjadi media tanam padi tersebut, menjadikan masyarakat pemilik lahan sudah terbiasa akan peristiwa banjir tahunan. Memang, jika dalam situasi seperti ini proses tanam, hanya berlangsung satu dua kali saja. Namun keadaan berbeda sedang berlangsung hari ini, di mana petani banyak memainkan spekulasi. Sebagian ada yang tanam, sebagainya juga ada yang dibiarkan.

"Untuk Logawe, salah satu solusi ya perubahan penggunaan. Ketika potensi air hujan sedang tinggi, bisa digunakan untuk perikanan. Tapi bukan tambak, tapi terbagi, pemanfaatnya ya warga pemilik lahan itu sendiri," ucapnya.

Hal tersebut dinilai Camat sebagai upaya mencukupi kebutuhan gizi harian, di samping menggantikan aktivitas pertanian yang lengang ketika hujan datang dan merubah lahan pertanian menjadi rawa terbengkalai.

"Berbicara Minatani, bisa ditabur benih untuk usaha perikanan Komunal. Di samping itu, masyarakat pemilik lahan juga harus punya pola pikir dan semangat untuk melakukannya," pungkasnya. [feb/ito].

Tag : banjir, logawe, tuban



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 07 February 2023 10:00

    Membangun Kesejahteraan dan Ekonomi Masyarakat

    Membangun Kesejahteraan dan Ekonomi Masyarakat Manusia merupakan makhluk sebagai pelaku utama di dalam yang namanya lingkungan, dimana manusia tidak lepas dari kebutuhan untuk hidup dan tergantung dari kondisi lingkungan tempat dimana ia berada....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat