19:00 . Rindu Kelompok Lele, Diskanak Tinjau WAE Lapas di Merakurak   |   18:00 . Tinggal di Kos-kosan, 1 DPO Kasus Penyekapan Pegawai Finance Ditangkap   |   10:00 . Kemenag Tuban Gelar Bimtek Pelayanan KUA Berbasis IT   |   08:00 . Warga Tegalbang Lestarikan Sedekah Bumi   |   07:00 . Dear Parents, Ini Lima Langkah Mendidik Anak Cerdas dan Sukses di Masa Depan   |   17:00 . Puskemas Targetkan Vaksinasi AstraZeneca di Kecamatan Soko 70%   |   16:00 . Teken MoU Dengan Sejumlah Instansi, Bupati Resmikan Operasi MPP Tuban   |   15:00 . Ratusan Warga Desa Rahayu Divaksin Astra Zenica   |   14:00 . Cukup 1 Jam Bikin Hidupmu Adaptif dan Produktif   |   13:00 . Pertamina Terminal LPG Bantu Ambulance dan Bangun Masjid di Jenu   |   12:00 . Pembantu Pasien Covid-19 Varian India Pulang ke-Singgahan Dalam Keadaan Sakit   |   07:00 . Akibat Tertutup Masker, Anak-Anak Kesulitan Membaca Emosi   |   19:00 . Warga Bersama TNI Koramil Bangilan Kerja Bakti Perbaiki Saluran Air   |   18:00 . Meski Pandemi, Antusias Perajin Uleg-Uleg di Kendalrejo Tetap Tinggi   |   15:00 . Google News Initiative - AMSI Berikan Pelatihan untuk Media Siber Skala Kecil dan Menengah   |  
Fri, 18 June 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

137 Nelayan Cantrang Terancam Tak Dapat Ganti Alat Tangkap

bloktuban.com | Sunday, 04 June 2017 14:00

137 Nelayan Cantrang Terancam Tak Dapat Ganti Alat Tangkap

Reporter: Moch. Sudarsono

blokTuban.com - Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan terhadap pelarangan alat tangkap Cantrang bagi nelayan sesuai dengan Permen Nomor 2/ PERMEN-KP/2015.

Konsekwensinya?, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) harus menyediakan alat tangkap pengganti, bagi nelayan tersebut.

Saat ini sudah ada beberapa nelayan dengan alat tangkap Cantrang sudah mendapatkan ganti, meski belum menyeluruh. Namun sebanyak 137 nelayan terancam tidak mendapat alat ganti Tangkap.

"Sudah ada nelayan dengan alat tangkap Cantrang yang mendapat ganti, tapi ada juga yang tidak mendapat ganti," kata Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban, Priyo Anggodo kepada blokTuban.com.

Adapun nelayan dengan alat tangkap Cantrang yang tidak mendapat ganti alat tangkap dari pemerintah adalah nelayan dengan kepemilikan perahu diatas 10 GT dengan jumlah nelayan sebanyak 137 Pemilik.

"Jika nelayan memiliki kapal di atas 10 GT, maka tidak dapat ganti. Yang mendapat ganti alat tangkap adalah nelayan di bawah 10 GT," ulasnya.

Priyo menjelaskan, Pemerintah melalui kajian menganggap bahwa nelayan diatas 10 GT adalah nelayan besar. Sehingga, tidak perlu mendapat bantuan cuma-cuma.

"137 nelayan tidak dapat bantuan alat tangkap pengganti, karena mereka secara ekonomi sangat mampu," pungkasnya.[nok/col]

Tag : alat, cantrang, nelayan

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 05 April 2021 13:00

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com Sekitar 25 mahasiswa-mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban berkunjung di kantor redaksi blokTuban.com Jalan Sunan Muria No. 28 Kelurahan Latsari,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more