21:00 . Susur Sungai, BPBD Tuban Temukan Titik Bantaran Sungai Bengawan Solo Longsor   |   20:00 . Satreskrim Polres Tuban Tetapkan FZ Sebagai Tersangka Kasus Investasi Bodong   |   19:00 . Kapalnya Terbakar, Nelayan Palang Telan Kerugian Rp85 Juta   |   18:00 . Sidang Kedua Terdakwa Sabu Hotel Mustika, Saksi Polisi Diperiksa   |   17:00 . Menko Airlangga: Ada Empat Poin Penting untuk Pengembangan UMKM 2022   |   16:00 . Sidang Perdana Guru Spiritual Tuban Didakwa Setubuhi dan Cabuli Tiga Anak   |   15:00 . Penduduk Miskin Bertambah, KNPI Tuban Tawarkan Solusi ke Dinsos   |   14:00 . Juknis BOP RA Tahun 2022 Disosialisasikan, Ini Kriteria Siswa Penerima Bantuan   |   13:00 . Mahasiswa PMII Menuntut Pemkab Tuntaskan Kemiskinan di Tuban   |   12:00 . Perahu Nelayan Tradisional di Tuban Kota Tenggelam   |   11:00 . Tahun 2022, Jutaan Kelompok Rentan Terima Bansos, Mensos Pastikan Optimalisasi Peran Pendamping Sosial   |   10:00 . Peluang Usaha di Era Kekinian - Tuban Digital Forum   |   09:00 . Belalang Goreng, Kuliner Unik dengan Kandungan Protein Tinggi   |   08:00 . Mendag: Mulai Hari Ini Harga Minyak Goreng Rp14.000   |   07:00 . Masuk Musim Penghujan, Orangtua Yuk Kenali Gejala Demam Berdarah pada Anak!   |  
Wed, 19 January 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Jagal Sapi Keluhkan Daging Murah, Diduga Impor

bloktuban.com | Wednesday, 24 May 2017 21:00

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Akhir-akhir ini, jagal sapi yang berada di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban diresahkan dengan adanya daging di pasaran yang harganya murah di bawah harga standar. Mereka menduga, daging sapi yang dijual di bawah harga standar tersebut adalah daging impor.

Menurut salah satu jagal di Kecamatan Kerek Abdul Wahid, sekitar 4 bulan ini ada daging yang harganya murah. Tak pelak beberapa pelanggannya beralih membeli daging tersebut.

"Daging yang dijual dengan harga murah tersebut sudah ada sekitar 3-4 bulan ini. Harganya antara Rp70.000-Rp90.000," kata Abdul Wahid kepada blokTuban.com.

Sementara itu, Wahid menjelaskan untuk saat ini harga daging sapi miliknya, dijual dengan harga antara Rp95.000, sampai Rp110.000 untuk daging super.

"Di Jawa Timur khususnya Tuban ini adalah lumbung sapi. Sehingga saya kurang setuju apabila ada daging sapi impor. Dan semenjak ada harga daging sapi yang murah itu, jelas berefek terhadap usaha saya," tambahnya.

Sementara itu, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindak) Kabupaten Tuban, melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Bhismo Adji S, saat dikonfirmasi blokTuban.com, Rabu (24/5/2017) mengatakan belum ada pengaduan atau penemuan adanya daging sapi impor.

Ia menyarankan apabila masyarakat menemukan pemasok maupun penjual daging yang disinyalir impor agar dilaporkan kepada Muspika ataupun Tim Satgas (Satuan Tugas) maupun pihak terkait.

"Di Jawa Timur tidak diperbolehkan adanya daging impor masuk. Namun apabila masyarakat mengetahui adanya daging sapi yang disinyalir impor maka saya sarankan melapor kepada Muspika ataupun Satgas," jawabnya. [hud/col]

Tag : daging, sapi, murah



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more