12:00 . Unik, Tiang Masjid Setinggi 27 Meter Berdiri Tanpa Alat Berat   |   09:00 . Penyekatan Arus Balik Dimulai, Puluhan Kendaraan Diputarbalikkan   |   08:00 . Pesan Hoax Ledakan Corona Menyebar hingga Tingkat RT   |   07:00 . Menjaga Kesehatan di Hari Idul Fitri di Masa Pandemi Covid-19   |   14:00 . Tak Segera Diperbaiki, Jembatan Glendeng Kini Malah Ditutup Total   |   13:00 . Dampak Penyekatan di Tuban, Kasus Harian Corona di Bawah 15   |   12:00 . Walah..!!! Gegara Ini Akses Jembatan Darurat Glendeng Ditutup   |   11:00 . Boleh Silaturahim Tatap Muka, Tapi Tetap Pakai Masker   |   09:00 . Hampir Setahun Diterlantarkan, Kini Jembatan Glendeng Jadi Biang Kemacetan   |   07:00 . Kenalkan Pola Makan Sehat Pada Anak, Apa yang Perlu Diperhatikan?   |   17:00 . Kemenkumham Beri Remisi Khusus 168 Napi di Tuban   |   16:00 . Lebaran, Kawasan Obvitnas di Tuban Dijaga Ketat   |   15:00 . Masa Pandemi, 935 Warga Tuban Daftar Haji   |   13:00 . Jika Pembelajaran Tatap Muka Diberlakukan, Perpusda Harap Bisa Layani Baca Buku di Tempat   |   11:00 . Tunggu Keputusan Pusat, 1.296 Calon Haji Tuban Siap Berangkat Tahun Ini   |  
Sat, 15 May 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Dewan: Usaha Harus Sesuai Protap, Pemerintah Perketat Pengawasan

bloktuban.com | Monday, 06 March 2017 09:00

Dewan: Usaha Harus Sesuai Protap, Pemerintah Perketat Pengawasan

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Peristiwa terbakarnya salah satu Pom Bensin Mini atau Pertamini di Kecamatan Parengan menyita perhatian Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban, Karjo. Kebakaran yang membuat kerugian pemilik pom mini puluhan juta rupiah itu, semestinya jangan sampai terjadi.

Baca juga [Diisi Terlalu Penuh, Pertamini di Parengan Terbakar]

Sebagai Wakil Rakyat, dengan insiden yang terjadi di pinggir jalan raya Parengan-Bojonegoro turut Desa Suciharjo, Senin (6/3/2017) pagi, pihaknya turut prihatin. Ia juga meminta masyarakat maupun pihak terkait tidak mengabaikan peristiwa yang bisa merugikan pengusaha maupun orang lain itu.

"Kita turut prihatin, semestinya usaha pom bensin mini ini harus sesuai Prosedur Tetap (protap) yang berlaku, sehingga tidak terjadi kebakaran," kata wakil rakyat yang terpilih di Daerah Pemilihan (Dapil) IV itu, ketika dikonfirmasi blokTuban.com, Senin (6/3/2017).

Politisi asal partai berlambang kepala Banteng itu menambahkan, ke depan akan meminta pihak-pihak terkait untuk lebih mengevalusi dan membina pelaku usaha. Selain itu, pihaknya juga meminta agar memperketat pengawasan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga kejadian ini tidak terjadi lagi.

"Saya tegaskan lagi, untuk semua warga khususnya yang mengelola pom mini harus mentaati protap yang ditetapkan,"pungkas Karjo. [rof/rom]

Tag : pertamini terbakar, masalah pom mini

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 05 April 2021 13:00

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com Sekitar 25 mahasiswa-mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban berkunjung di kantor redaksi blokTuban.com Jalan Sunan Muria No. 28 Kelurahan Latsari,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more