Gedog, Batik Tuban Insipirasi dari Alam

Kontributor: Novia Suryani

blokTuban.com - Museum Kambang Putih, sebagai satu-satunya musium di Tuban menyimpan cukup banyak koleksi Batik Gedog. Koleksi batik asli Tuban sudah tersimpan di museum sejak tahun 1984 lalu.

Ternyata, beberapa motif batik gedog seperti pakem, lok can, dan galaran terdapat di museum ini. Motif dari Batik Gedog, rata-rata terinspirasi dari alam sekitar. "Misalnya motif kembang kluew yang banyak terdapat di Tuban, lalu ombak di laut yang kemudian menciptakan motif galaran," jelas Edukator Museum Kambang Putih, Rony Firman Firdaus, kepada blokTuban.com, Sabtu (30/7/2016).

Roni menjelaskan, karya cipta seni di masa lalu banyak terkait dengan hasil dari alam sekitar. Begitu juga dengan motif Batik Gedok yang ada di Tuban.

Koleksi batik di museum sendiri, kata Rony, diperoleh dengan cara pembelian di Desa Margorejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Dia menjelaskan, awalnya kain Batik Gedog disebut sayut. Yakni, merupakan sebuah kain berbentuk selendang yang panjang, fungsinya dipergunakan sebagai selendang dan kemben.

Sayangnya, sampai sekarang tidak ada bukti tertulis yang menyatakan sejarah sejak kapan batik gedog dibuat. Kebanyakan dari pengrajin jika ditanya soal kapan Batik Gedog pertama kali dibuat, hanya menjawab kalau sejak nenek mereka Batik Gedog sudah eksis.

"Berarti kalau dihitung-hitung jika pengrajin lahir tahun 80 an, berarti 100 tahun yang lalu sudah ada Batik Gedog.” ungkap Rony. [pur/ito]

*Penulis adalah mahasiswa Politeknik Elektronika Surabaya dan magang di www.blokTuban.com.