15:00 . Dahaga Pedagang Sapi Tuban Terobati, Berharap Ekonomi Pulih   |   14:00 . Resmi Dibuka Hari Ini, Pasar Hewan Tuban Diserbu Penjual Sapi Lokal dan Luar Kota   |   13:00 . Peringatan Dini 3 Harian : Waspada Angin Kencang di Tuban, Bojonegoro dan Lamongan   |   12:00 . Mantan CEO Arema Ajak Ringankan Beban Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Malang   |   11:00 . YLBH Minta Negara Bertanggung Jawab Atas Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang   |   10:00 . Sang Penjaga Bumi   |   09:00 . Lirik Lagu 'Teteg Ati' dan Chord - Happy Asmara Trending di Youtube   |   08:00 . 3 Amalan Sambut Maulid Nabi, Wujud Cinta Terhadap Rasullah SAW   |   07:00 . Layanan Jantung di RSUD Koesma Tuban Belum Bisa Diakses Pasien BPJS   |   06:00 . Bukit Lei Resmi Jadi Venue Paralayang Kedua di Tuban, Langsung Dipakai Liga Jatim Seri II   |   05:00 . Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, 127 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia   |   19:00 . Ribuan Masyarakat Padati Festival Bakar Ikan di Tuban   |   18:00 . Peringati Hari Jadi Tuban ke 729, Kecamatan Jenu Bakar 7.290 Ekor Ikan   |   15:00 . Per 1 Oktober 2022 Pertamina Turunkan Harga BBM Pertamax   |   14:00 . Akibat Kemarau dan Hindari Hama Tikus, Petani di Tuban Beralih Tanam Tembakau   |  
Sun, 02 October 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Kepala Puskesmas Senori, dr. Fitria Wahyuningtyas

Kesehatan dan Kesembuhan Prioritas Dalam Mengabdi

bloktuban.com | Wednesday, 06 July 2016 22:00

Kesehatan dan Kesembuhan Prioritas Dalam Mengabdi

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Bekerja mengabdi pada Negara di bidang kesehatan menjadi pengalaman menarik bagi kepala Puskesmas Senori, dr. Fitria Wahyuningtiyas. Bagi wanita kelahiran Surakarta, 12 Juli 1983 ini perlu perjuangan keras dan selalu belajar memahami karakteristik masyarakat yang beragam.

Diketahui, Senori adalah salah satu kecamatan pinggiran di Kabupaten Tuban. Secara geografis, kecamatan ini berada paling selatan, di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Tersohor dengan sebutan Kota Santri karena di daerah ini banyak terdapat Pondok Pesantren. Pusat keramaian Kecamatan Senori terletak di Desa Sendang.

Wanita lulusan kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarata ini, Sebelum ditunjuk sebagai Kepala Puskesmas Senori, ia menjabat dokter Fungsional di Puskesmas Rengel pada Tahun 2011. Beliau tamat dari pendidikan Sekolah Tinggi Kedokteran pada tahun 2008 silam. Menurutnya, mengabdikan diri untuk bangsa dan negara di Senori perlu komunikasi intens dengan seluruh pihak yang berkepentingan. "Pelayanan harus maksimal, apalagi hubungannya dengan nyawa. Tidak mungkin kita tangani sendiri. " ujar ibu dua anak ini.

Kesehatan serta kesembuhan pasien menjadi prioritas Puskesmas Senori dalam pelayanan masyarakat. Menurutnya, sehat adalah keadaan sejahtera, fisik mental dan sosial dan tidak sekadar terbebas dari keadaan cacat dan kematian. Definisi sehat ini berlaku bagi perorangan maupun penduduk (masyarakat).

Tak ayal jika sejumlah pengalaman ia dapatkan dalam perjalanan karirnya. Perjalanan ia awali sejak lulus dari bangku kuliah kedokteran dengan bekerja di RS. Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta selama satu tahun. "Sejak lulus 2008 saya bekerja di RS. Ortopedi Surakarta hingga tahun 2009. Saya bekerja di bagian Verifikator Independen Jamkesmas," imbuhnya.

Dijelaskan, Verifikator Independen Jamkesmas adalah tim yang ditugaskan oleh Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan (P2JK) Kementerian Kesehatan untuk melakukan verifikasi terhadap pertanggungjawaban dana pelayanan kesehatan yang telah dilaksanakan oleh Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) Lanjutan.

Pada tahun 2011, beliau diterima tes CPNS sebagai dokter Fungsional di Kabupaten Tuban, tepatnya di puskesmas Rengel. Sekaligus merangkap sebagai kepala puskesmas Senori. "Saya dilantik secara resmi jadi Kepala puskesmas Senori pada tanggal 30 Januari 2014," tandasnya.

Dalam kepemimmpinannya di Puskesmas Senori, beliau memiliki program perhatian khusus terhadap kesehatan jiwa yang dinamakan Raja Jiwa (Rawat Jalan Jiwa). Pelayanan ini khusus pada penderita sakit jiwa. Tujuannya menyediakan akses berobat yang lebih dekat pada masyarakat yang memiliki keluarga yang mengalami gangguan jiwa. "Jadi tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit jiwa, jika sudah bisa diatasi di puskesmas. Pasien lebih mudah mendapatkan penanganan. Dalam pelayanannya pun spesial yaitu, datang kemudian daftar langsung ditangani tanpa antre," jelasnya.

Selain Raja Jiwa, lanjut dr. Fitria, juga memiliki program Roda Jiwa (mengobati dengan kunjungan ke rumah warga yang mengalami gangguan jiwa). Nama timnya adalah Pemburu Jiwa. Tim ini terdiri dari pihak puskesmas dan Dinas Sosial Kabupaten Tuban. Penanangannya dengan cara melakukan terapi sosial dan medis.
 
Dari Kegiatan program kesehatan jiwa di UPTD Unit Puskesmas Senori yang sudah dimulai dari tahun 2015 sampai dengan sekarang, membuatnya menjadi dokter teladan di Kabupaten Tuban. "Sejak mendapat pelatihan di Surabaya, kami dipercaya untuk segera menangani gangguan jiwa di tengah masyarakat. Dalam hal ini kita lakukan secara bersama dengan pihak Muspika Kecamatan Senori. Sehingga di tahun 2016 saya diminta mewakili kabupaten Tuban untuk maju ke tingkat Provinsi, namun belum berhasil meraih predikat dokter teladan," pungkas kepala Puskesmas Senori. [rof/rom]

Profil Singkat Kepala Puskesmas Senori
Nama   : dr. Fitria Wahyuningtyas
TTL      : Surakarta, 12 Juli 1983
Suami  : Eko Susilo
Anak    : M. Aqla Zahrulhaq dan M. Akma Ziyaulhaq

Jenjang Karir
- Verifikator Independen Jamkesmas, RS. Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta 2009
- PNS Dokter Fungsional Tahun 2011
- Kepala Puskesmas Senori Tahun 2014 sampai Sekarang.

Tag : profil, puskesmas senori



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 02 October 2022 10:00

    Blok Cerpen

    Sang Penjaga Bumi

    Sang Penjaga Bumi Guruh, ia adalah seorang anak yang ditinggal oleh kedua orang tuanya. Sejak kedua orang tuanya berpisah ia tinggal bersama mbok Yam. Guruh dan mbok Yam hidup sebatangkara. Setiap harinya selalu berkelana, jalan-jalan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat