Pesona Wisata Alam Sungai Banyu Langsih

Reporter: Moch. Sudarsono

blokTuban.com - Banyu langsih, wisata alam sungai yang terletak di Desa Boto Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban, memang sanngat mempesona. Tempatnya yang indah kerap kali menjadi daya tarik bagi setiap pengunjung yang datang untuk sekadar menikmati keindahan alamnya. Bahkan, wisata alam yang masih dengan polosnya tersebut belum terjamah oleh hiruk-pikuknya pembangunan modern, dan hal itulah yang menjadilkan wisata banyu langsih tetap digandrungi para wisatawan lokal, khusunya para anak muda yang hanya sekadar ingin menghabiskan waktu liburan akhir pekan.

Namun, siapa tahu jika banyu langsih memiliki makna sejarah tersendiri yang tidak banyak diketahui oleh orang pada umumnya.

Kali ini blokTuban.com mengunjungi Kepala Desa Boto, di mana tempat wisata banyu langsih berada, Hartono namanya.

Dia menceritakan sepenggal kisah tentang banyu langsih yang menjadi ikon di desanya. Banyu langsih secara etimologi (Bahasa) berarti air yang dilansir-lansir atau orang jawa menyebutnya air grojogan. Seperti yang biasa dilihat oleh masyarakat, memang sungai di Desa Boto tersebut terdapat beberapa grojogan kecil-kecil dan mengalir secara bersamaan.

"Dari grojogan itulah kemudian mengalir menjadi sungai, grojogannya bagus, sehingga tak heran mampu mengundang wisatawan," kata Hartono, kepada blokTuban.com.

Banyak cara dilakukan pengunjung untuk menikmati pesona banyu langsih, ada yang mandi atau berenang dan ada juga yang hanya sekadar berfoto ria, baik sendiri ataupun dengan keluarga.

Selanjutnya, Kades Boto memaparkan, air sungai banyu langsih tersebut selain digunakan sebagai tempat wisata juga banyak dimanfaatkan oleh warga setempat, seperti digunakan untuk mandi, juga sebagai air minum dan untuk keperluan lainnya.

"Banyak warga yang masih memanfaatkan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari," jelasnya.

Keindahan tak hanya bisa dirasakan di tepian sungai, namun juga bisa dinikmati dari atas bukit. Di atas bukit itulah pemandangan indahnya kota tuban bisa dilihat secara luas mata memandang.

Namun sayang, wisata alam banyu langsih kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Tuban, wisata alam yang indah tersebut hanya dibiarkan begitu saja apa adanya.

Hartono berharap kepada Pemerintah Kabupaten Tuban, sesuai dengan Visi Misinya untuk mengembangkan ekowisata di Bumi Wali, agar mampu mendorong wisata di banyu langsih, sebab jika desa yang menegembangkan maka itu sangat sulit sekali.

"Pemerintah Desa sudah melakukan penanaman bibit pohon di sekitar lokasi sungai, untuk menjaga kelestarian mata air," pungkasnya.

Rute untuk sampai di banyu langsih cukup sulit bagi yang belum pernah datang. Jika jarak diambil dari kota, maka dimungkinkan sekitar 3-4 kilometer untuk mencapainya. Agar memudahkan wisatawan, maka titik awal yang paling tepat adalah di perempatan gemulung. Selanjutnya, wisatawan bisa mengambil arah keselatan hingga sampai ke pertigaan Desa Tegal Rejo, begitu sampai pertigaan maka anda bisa melanjutkan ke selatan arah Desa Boto, hingga sampai ke sungai banyu langsih, begitu sampai anda bisa menikmati indahnya sungai alam tersebut. [nok/rom]