Viral di Sosmed, Penyelam Tuban Temukan Bongkahan Kayu Diduga Fosil di Sumber Air Srunggo

Reporter: Savira Wahda Sofyana

blokTuban.com – Seorang penyelam yang tinggal di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban menemukan bongkahan kayu besar, saat menyelam dan menyusuri Sumber Srunggo yang berada di Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.

Adanya penemuan tersebut langsung diabadikan oleh si penyelam Kharisma, dan dibagikan oleh salah seorang masyarakat setempat di media sosial. Sontak, unggahan tersebut menuai beragam komentar dari netizen. Bahkan, ada yang menyebut jika temuan tersebut adalah fosil kayu yang berusia sangat tua.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa (Kades) Tuwiri Wetan, Wiji Santoso mengatakan jika potongan kayu ini berasal dari pohon berusia ratusan tahun, yang tumbuh disekitar Sumber Srunggo.

baca juga:

Pemkab Tuban Tak Berwenang Hentikan Tambang di Lokasi Temuan Sumber Air

“Itu asalnya dari pohon ipik yang umurnya sudah ratusan tahun,” ujarnya kepada blokTuban.com saat ditemui di Kantor Balaidesa setempat, Jumat (4/8/2023).

Namun, karena tidak ada warga yang berani untuk menebang kayu tersebut, akhirnya roboh dan sebagian dari kayu pohon itu masuk ke dalam Sumber Srunggo tersebut, sejak Tahun 2000 an lalu.

Temuan diduga fosil kayu di Sumber Air Srunggo Tuban. (Foto: Kharisma)

Uniknya, kendati sudah puluhan tahun di dalam air, namun bongkahan tersebut masih utuh dan tidak dimakan oleh ikan-ikan yang ada di aliran sungai ini.

“Memang pohon tersebut umurnya benar-benar sudah ratusan tahun, terus roboh yang setengah masuk ke dalam yang setengah di luar, tapi karena nggak kuat mengangkat sehingga dibiarkan saja, jadi itu bukan fosil kayu,” paparnya.

Disisi lain, saat disinggung apakah ada rencana untuk mengangkat bongkahan kayu tersebut dari Sumber Srunggo, Wiji sapaan akrabnya mengaku jika belum memiliki rencana untuk itu.

baca juga:

Pesona Wisata Rumpun Bambu Tuban, Padukan Sumber Air dan Pegunungan Kapur

Hal tersebut, lantaran pengangkatan bongkahan kayu ini membutuhkan biaya cukup besar karena berada di dalam Gua Srunggo.

“Belum ada rencana diangkat, karena itu posisinya di dalam jadi membutuhkan biaya yang besar, kalaupun ada BPBD ataupun pihak lainnya yang mau membantu mengangkat kami mempersilahkan,” sambungnya.

Lebih lanjut, meski terdapat bongkahan kayu besar yang menutup lorong aliran sungai, ia mengatakan jika hal itu tidak berpengaruh terhadap aliran  sumber air yang ada di desa tersebut. [Sav/Dwi]

 

Temukan konten blokTuban.com menarik lainnya di GOOGLE NEWS