PT Pertamina EP dan PT Semen Gresik Santuni Anak Yatim Senori

Reporter: Parto Sasmito

blokTuban.com - PT Pertamina EP bersama pondok pesantren Mansyaul Huda memberi santunan kepada anak yatim yang ada di sekitar wilayah Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Senori Breddy Ariyanto Muntohir, Kapolsek Senori, AKP. Ahmad Kusrin, Direktur Produksi PT Semen Gresik, Joko Sulistyanto dan Government & Public Relation Assistant Manager PT Pertamina EP, Pandjie Galih Anoraga.

"Kami merasa berbahagia bisa berada di Pesantren Mansyaul Huda pimpinan KH. Ahmad Mukidin Munawar dan berada di tengah warga masyarakat Senori, serta bisa sedikit berbagi kebahagiaan kepada anak yatim yang ada di sekitar Senori," ujar Pandjie Galih Anoraga dalam sambutannya (7/6/2018).

Lebih lanjut, Pandjie menambahkan, bahwa PT Pertamina EP memiliki aktivitas operasi di Dusun Tapen, Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori.

"Tentu dengan keberadaan fasilitas produksi kami di wilayah Senori tepatnya di Dusun Tapen Desa Sidoharjo, kami membutuhkan dukungan dari pemerintah kecamatan, muspika, tokoh agama dan seluruh masyarakat," tambah Pandjie.

Senada dengan Pandjie, Joko Sulistyanto menyampaikan bahwa kegiatan berbagi dengan warga diharapkan akan memberi manfaat baik langsung maupun tidak langsung bagi semua pihak.

"Malam nanti bertepatan dengan malam 23 di momen 10 hari terakhir Ramadan, semoga kita semua berkesempatan memperoleh Lailatul Qadar dan semua ibadah kita semua termasuk santunan sore hari ini mendapat ridho dari Allah SWT," kata Joko.

KH. M. Najib Muhammad selaku Pengasuh Pesantren Al Madienah Jombang yang juga keluarga dari Pesantren Mansyaul Huda menyambut baik adanya kegiatan pemberian santunan yang diberikan kepada warga desa, terutama anak yatim di sekitar Kecamatan Senori.

"Semoga setiap tahun kegiatan santunan ini bisa tetap dilaksanakan untuk membantu sesama. Karena kegiatan ini sangat bermanfaat dan bisa meringankan beban bagi saudara kita yang kurang beruntung," pungkas KH. M. Najib Muhammad sekaligus menutup kegiatan. [ito/mu]