Gagal Bertemu Presiden, Dijemput Ayah di Kendal

Reporter: Moch. Sudarsono

blokTuban.com - Kisah Mayu Sekar Pulih (25), asal Desa Kepohagung Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang berjalan kaki menuju Jakarta untuk bertemu presiden, akhirnya gagal.

Perempuan yang mengaku memulai keberangkatannya sejak hari Sabtu tersebut, ternyata pulang Hari Minggu, setelah dia tiba di Kendal, Jawa Tengah.

Baca juga [Ayah Mayu: Dia Berangkat Tanpa Sepengetahuan Saya]

Dia dijemput sang ayah, Suwanto, saat berada di Kabupaten Kendal. Sebelumnya kabar terakhir yang diterima blokTuban.com, dia berada di Balai Kota Semarang, Minggu siang.

Saat dikonfirmasi tentang kabar kepulangannya, Mayu begitu dia disapa membenarkan. "Iya saya pulang mas, karena dijemput ayah saya saat berada di Kendal," tulis Mayu melalui pesan singkat.

Meski dia pulang dan gagal bertemu orang nomor satu di Indonesia, Mayu mengaku tetap akan berjuang untuk mengungkap kasus yang dialamatkan kepada ayahnya.

Menurut dia, kasus tersebut bisa dibilang kriminalisasi, karena orang tuanya tidak pernah merasa melakukan tindak pidana korupsi, namun ternyata disangkakan.

"Kita punya bukti bahwa ayah saya tidak terlibat kasus korupsi, ayah saya dikriminalisasi oleh pejabat kepala dinas," terang Mayu menjelaskan secara detail.

Diketahui, Suwanto, ayah Mayu Sekar Pulih terjerat kasus korupsi pada tahun 2013. Saat itu ayahnya menjabat sebagai Kabid ketenagaan di Dinas Pendidikan. Dia disangkakan korupsi CPNS K-2, hingga harus mendekam di penjara sekitar 7 hingga 9 bulan. [nok/rom]