Reporter: Edy Purnomo
blokTuban.com - Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Arief Hermawan Aher, memaparkan pentingnya membangun sinergi dengan media dalam mendukung penyebaran informasi mengenai sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). Hal tersebut disampaikan saat memaparkan materi pada Media Gathering 2026 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina di Banyuwangi, Jumat (10/7/2026).
Dalam paparannya, Arief menjelaskan bahwa SKK Migas terus memperkuat komunikasi publik melalui berbagai aktivitas kehumasan yang melibatkan insan media. Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah program, mulai dari penyebaran siaran pers hingga pemantauan pemberitaan di berbagai platform media.
SKK Migas menjalankan berbagai bentuk kegiatan komunikasi, di antaranya siaran pers (press release) untuk menyampaikan informasi resmi, konferensi pers terkait isu-isu strategis dan laporan berkala, serta media briefing guna memberikan penjelasan lebih mendalam kepada jurnalis mengenai isu tertentu.
Selain itu, SKK Migas juga menyelenggarakan media education untuk meningkatkan pemahaman jurnalis terhadap sektor hulu migas, media gathering sebagai sarana mempererat hubungan dengan insan pers, serta media visit melalui kunjungan ke kantor redaksi maupun lokasi operasi migas.
Kegiatan komunikasi lainnya meliputi doorstop atau sesi wawancara singkat dengan narasumber, serta monitoring media yang dilakukan untuk memantau, mengumpulkan, mendokumentasikan, dan menganalisis pemberitaan maupun percakapan di berbagai kanal media, baik media massa maupun media digital.
Berdasarkan hasil monitoring media periode Januari–Juni 2026, SKK Migas mencatat sebanyak 12.560 berita yang terpantau. Dari jumlah tersebut, 12.347 berita atau sekitar 98 persen bernada positif dan netral, sedangkan 213 berita atau sekitar 2 persen bernada negatif. Data tersebut menunjukkan bahwa pemberitaan mengenai SKK Migas selama semester pertama 2026 didominasi oleh sentimen positif dan netral.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari teman-teman media karena 98 persen sentimen berita di industri migas adalah positif, sementara sisanya adalah kritikan dan masukan yang tentu sangat berarti bagi kami," jelas Arief Hermawan.
Dalam kesempatan yang sama, Arief juga memaparkan besarnya potensi hulu migas Indonesia. Per 31 Juli 2024, Indonesia memiliki 128 cekungan sedimen (basins) yang tersebar di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, 20 cekungan telah berproduksi, delapan cekungan telah dibor namun belum berproduksi, 19 cekungan telah terindikasi mengandung hidrokarbon, 13 cekungan telah dibor namun belum menemukan cadangan, serta 68 cekungan belum pernah dibor.
Berdasarkan Buku Saku Kementerian ESDM per Juni 2024, Indonesia memiliki cadangan minyak sebesar 4,70 miliar barel (BBO) dan cadangan gas sebesar 55,76 triliun kaki kubik (TCF), yang terdiri atas cadangan potensial dan cadangan terbukti.
Pengelolaan potensi tersebut dilakukan melalui 167 wilayah kerja (WK), yang terdiri atas 104 WK eksploitasi, 44 WK eksplorasi, dan 19 WK yang sedang dalam proses terminasi.
Selain itu, tercatat sekitar 2.300 lapangan eksplorasi dan pengembangan, sekitar 30.000 sumur migas, 126 proven play, serta 159 BBOE discovery. Dari sisi infrastruktur, aset hulu migas Indonesia mencapai US$67,7 miliar atau sekitar Rp621 triliun berdasarkan harga perolehan. Wilayah operasi aktif mencakup lebih dari 460 ribu kilometer persegi di darat maupun lepas pantai, didukung oleh 639 platform, dua kilang LNG, enam pabrik LPG, 27 FPSO/FSO/FPU, serta jaringan pipa sepanjang sekitar 47,5 ribu kilometer.
Paparan tersebut menggambarkan bahwa penguatan hubungan dengan media menjadi bagian dari upaya SKK Migas dalam menyampaikan informasi mengenai kinerja, potensi, dan perkembangan sektor hulu migas kepada masyarakat melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang.
Sebelumnya, PT Pertamina Hulu Energi Regional Indonesia Timur menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam membangun komunikasi publik yang kredibel mengenai industri hulu minyak dan gas bumi (migas).
Komitmen tersebut disampaikan Senior Manager Relations Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Sigid Dwi Aryono, dalam kegiatan Media Gathering 2026 yang digelar di Banyuwangi. Kegiatan tahunan yang mempertemukan SKK Migas, Pertamina, dan insan media dari wilayah kerja Regional 4 Indonesia Timur itu mengusung tema The Future is Collaborative: Sustaining Our Energy.
Menurutnya, tema tersebut mencerminkan bahwa masa depan tidak dapat dibangun secara sendiri-sendiri, melainkan melalui kolaborasi dan sinergi berbagai pihak. Energi yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan minyak dan gas bumi, tetapi juga energi kolaborasi antara perusahaan, media, dan masyarakat.
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published