Reporter: Dahrul Mustaqim
blokTuban.com - Pemerintah Kabupaten Tuban pada tahun anggaran 2025 telah menyiapkan dana sebesar Rp22,2 miliar untuk menangani kerusakan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Tuban atau Ring Road Tuban. Anggaran tersebut digelontorkan sebagai upaya memperbaiki kondisi jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Meski nilainya terbilang besar, dana tersebut dinilai belum mampu menuntaskan seluruh kerusakan di jalur Ring Road Tuban yang membentang sepanjang kurang lebih 19 kilometer. Masih terdapat sejumlah titik jalan yang memerlukan penanganan lanjutan.
Total anggaran Rp22,2 miliar itu bersumber dari APBD murni Kabupaten Tuban tahun 2025 sebesar Rp7,9 miliar, ditambah alokasi melalui Perubahan APBD (P-APBD) senilai Rp14,3 miliar.
Keterbatasan anggaran tersebut juga diakui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban. DPRD menilai, dana yang dialokasikan baik melalui APBD maupun P-APBD 2025 belum cukup untuk menyelesaikan seluruh perbaikan jalan di jalur Ring Road Tuban.
“Memang harus kami akui, anggaran yang digunakan melalui APBD maupun P-APBD 2025 belum mampu merampungkan seluruh proses perbaikan Jalan Ring Road Tuban. Setelah saya cek langsung di lapangan, masih ada beberapa titik yang membutuhkan perbaikan lanjutan,” ujar Anggota Komisi I DPRD Tuban, Siswanto, saat dikonfirmasi, Kamis (15/1/2026).
Siswanto menjelaskan, kerusakan paling signifikan saat ini berada di ruas sisi selatan Ring Road Tuban. Kerusakan tersebut membentang dari sekitar Apotek 88 Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, ke arah barat hingga kawasan Mondoan dan Sugiharjo, Tuban.
“Kondisi paling parah ada di ruas sisi selatan, dari sekitar Apotek 88 ke arah barat menuju Mondoan dan Sugiharjo. Ruas tersebut belum rampung dan masyarakat kami imbau untuk ekstra hati-hati saat melintas,” imbuhnya.
Sebagai langkah lanjutan, DPRD Tuban menyebut pemerintah daerah telah mempersiapkan alokasi anggaran tambahan pada tahun 2026 mendatang. Dana yang disiapkan diperkirakan mencapai sekitar Rp6 miliar untuk melanjutkan perbaikan jalan yang belum tertangani.
“Insya Allah pada 2026 nanti tersedia anggaran sekitar Rp6 miliar untuk melanjutkan perbaikan,” bebernya.
Meski demikian, Siswanto menyatakan tidak menutup kemungkinan adanya penambahan anggaran apabila dana tersebut masih belum mencukupi kebutuhan perbaikan di lapangan.
“Kalau ternyata belum cukup, mau tidak mau akan kami usulkan tambahan melalui P-APBD,” pungkasnya.
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published